Bupati Majalengka Ingin Bandara Kertajati Ramai, dengan Cara Apapun

oleh -4 views
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/pras.

RAKYATCIREBON.ID – Bupati Majalengka Karna Sobahi menyoroti kondisi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Menurutnya, ia prihatin dan tak ingin melihat bandara sepi lebih lama.

“Kondisi sekarang tentu prihatin kita. Siapa yang tidak prihatin dengan kondisi BIJB sekarang. Di awal-awal kita ingin penerbangan penumpang, haji dan sebagainya. Namun, belum juga terlaksana,” ujar Karna setelah kegiatan pemberian bantuan ke masyarakat yang digelar di Lapangan Tenis Setda Majalengka, Kamis (1/4).

Menanggapi hal itu, ia meminta agar pihak PT BIJB kembali meramaikan bandara yang menghabiskan biaya pembangunan hingga Rp2,6 triliun itu. Sehingga, perekonomian masyarakat sekitar bergelora.

“Ketika rapat Mendagri bersama Gubernur dan para Bupati di wilayah 3 dengan membaca kondisi BIJB seperti ini kami meminta agar Dirut memberdayakan BIJB. Kalau hanya terpaku dengan penerbangan penumpang kan tentu tidak mudah makanya coba apakah untuk kargo, kemudian pemeliharaan pesawat yang bisa menghasilkan uang,” ucapnya.

Ia pun menyebut, sulit rasanya jika menunggu jalur penerbangan kembali dibuka di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Apalagi, jarak tempuh dari Bandung maupun Jakarta masih membutuhkan waktu yang lama.

“Kalau menunggu jalur penerbangan di tengah pandemi ini dan kemudian jarak tempuh yang masih berliku dari Bandung misal, itu sulit,” jelas dia.

Oleh karena itu, Karna mendukung dengan adanya permintaan dari Presiden Joko Widodo terkait digunakannya Bandara Kertajati sebagai tempat perawatan pesawat. Sebab, mungkin saja hal itu menjadi awal kembali ramainya bandara yang diresmikan pada tahun 2018 tersebut.

“Makanya apakah mau angkutan kargo, pemeliharaan pesawat atau parkir pesawat itukan dapat uang. Jadi dengan cara apapun itu,” katanya.

Terpisah, Pihak Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) telah menyiapkan lahan 67 hektar sebagai penunjang dipilihnya sebagai tempat perawatan pesawat milik pemerintah.

VP of Corporate Secretary & Public Communication BIJB, Handika Suryo mengatakan sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar segera mempersiapkan fasilitas Maintenance, Repair dan Overhaul (MRO) pesawat milik pemerintah, pihaknya sudah siap melaksanakannya.

Khususnya, terkait lahan yang akan digunakan untuk program BIJB dan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) tersebut.

“Karena prinsipnya di masterplan (rencana) bandara itu sudah ada alokasi untuk fasilitas MRO. Jadi fasilitas yang paling menunjang adalah ketersediaan lahan,” ujar Handika.

Nantinya, jelas dia, jika sesuai rencana, Bandara Kertajati akan memiliki dua runway. Ia pun memastikan, nantinya tak hanya dijadikan sebagai lokasi perawatan pesawat. Melainkan, penerbangan sipil dan komersil juga dilayani di bandara kebanggaan masyarakat Majalengka tersebut.

“BIJB sendiri sudah memiliki dan menyiapkan lahan seluas 67 hektar dimana pembangunan tahap I ditargetkan berdiri fasilitas di atas lahan 30 hektar. Pembangunan MRO menurutnya bisa dikebut dalam waktu satu tahun seiring dengan pengoperasian Tol Cisumdawu,” ucapnya.

Seperti diketahui, Manajemen PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) langsung menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo agar segera mempersiapkan fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat milik pemerintah.

Nantinya, baik pesawat TNI/Polri maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bisa melakukan perawatan di Bandara Kertajati.

Kerjasama bisnis ke bisnis (b to b) antara PT BIJB dan PT GMF ini tinggal menentukan pendanaan dan investor mengingat BIJB sudah memiliki lahan dan dokumen teknis lalu GMF siap dengan mengelola dengan kemampuan SDM dan sertifikasi yang sudah dimiliki.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *