Bupati Karna Batalkan Salat Id di Alun-alun, Cegah Kerumunan

oleh -3 views
Bupati Majalengka, Dr H Karna Sobahi

RAKYATCIREBON.ID – Bupati Majalengka, Dr H Karna Sobahi MMPd membatalkan rencana menggelar Salat Id di Alun-alun Majalengka. Keputusan itu diambil, untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan yang berakibat fatal pada penyebaran Covid-19.

“Kita tidak jadi (Salat Id) di alun-alun. Batal, saya batalkan. Nanti khawatirnya menimbulkan kerumunan,” ujar Karna, Selasa (11/5).

Sebelumnya, Karna Sobahi memang merencanakan menggelar Salat Id di Alun-alun Majalengka. Hal itu diungkapkannya saat peresmian alun-alun yang dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, pihaknya tetap mempersilakan masyarakat melakukan Salat Id berjamaah. Bahkan surat edaran tentang pelaksanaan Salat Id juga sudah diedarkan.

“Kita tetap mempersilakan Salat Idul Fitri di rumah, musala, masjid, di lapangan dengan pembatasan dan protokol kesehatan. Wajib pakai masker, jaga jarak, khotbahnya maksimal 15 menit,” ucapnya.

Dalam surat edaran tertanggal 6 Mei 2021 itu, Karna juga meminta pengurus masjid maupun musala untuk menunjuk petugas khusus yang mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan. Selain itu, ada juga poin yang mengharuskan masyarakat agar langsung kembali ke rumah masing-masing seusai Salat Id dan tidak melaksanakan ziarah kubur masal.

“Tidak melaksanakan dzikir bersama/tahlil, mushafahah dan ziarah kubur masal ba’da salat Idul Fitri. Jamaah langsung pulang ke rumah masing-masing,” jelas dia.

Keputusan pembatalan Salat Id mendapat respons beragam masyarakat Majalengka. Salah satunya datang dari warga Kecamatan Majalengka, Ardiansyah (30). Menurutnya, sangat disayangkan dengan dicabutnya kembali pernyataan bupati yang hendak melaksanakan Salat Id di alun-alun.

Pasalnya, selain dilakukan hanya setahun sekali, pelaksanaan Salat Id pada tahun ini merupakan momen pasca diresmikan pada awal bulan puasa ini oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

“Saya dapat info dari media kalau alun-alun bakal gelar Salat Id, saya langsung antusias. Tapi dengar gagal ya kecewa. Mau banget gitu salat di alun-alun baru,” ujar Ardiansyah.

Ia pun menyebut, meski pandemi Covid-19 masih belum usai, penerapan protokol kesehatan harusnya menjadi acuan untuk tetap digelar di alun-alun. Namun ia menyadari, hal itu demi kebaikan bersama masyarakat Majalengka. “Salat sesuai protokol kesehatan saya siap sebenarnya. Tapi ya sudah, itu sudah keputusan pimpinan daerah,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Ayang (42), warga Kelurahan Majalengka Wetan. Ia sebenarnya sudah menantikan dengan niat pelaksanaan Salat Id di alun-alun Majalengka. Pasalnya, setiap tahun dirinya juga mengikuti Salat Id di Masjid Agung Al-Imam yang bersebelahan dengan Alun-alun. “Ya sedikit kecewa sih. Karena dikira jadi. Tapi batal ya sudah,” jelas Ayang. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.