Bupati Kaget ada Daerah Dataran Tinggi

oleh -7 views
PENJELASAN. Bupati Indramayu Nina Agustina (kedua kiri) mendengarkan penjelasan dari pengelola objek wisata Ciwado. Udara di objek wisata masih sejuk. Mata airnya juga jernih. Serta terdapat situs bersejarah peninggalan purbakala.
PENJELASAN. Bupati Indramayu Nina Agustina (kedua kiri) mendengarkan penjelasan dari pengelola objek wisata Ciwado. Udara di objek wisata masih sejuk. Mata airnya juga jernih. Serta terdapat situs bersejarah peninggalan purbakala.

RAKYATCIREBON.ID –Rencana membangun Taman Safari dan Mini Zoo di Kabupaten Indramayu sepertinya semakin memungkinkan. Lokasi yang bisa disiapkan terdapat di kawasan Gunung Walakung, di wilayah Kecamatan Terisi.

Hal itu terungkap ketika Bupati Indramayu, Nina Agustina mengunjungi objek wisata Ciwado di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kamis (13/1).

Bahkan, Nina mengaku kaget. Karena, ternyata di daerah yang dipimpinnya terdapat dataran tinggi.

Terlebih lagi, selama ini sebagian besar masyarakat mengenal geografis Indramayu dengan dataran rendah, pantai, dan udaranya yang panas. Ternyata Indramayu memiliki dataran tinggi berupa gunung dengan suasana yang sejuk dan asri.

Adalah Gunung Walakung atau sering juga disebut Tanggul Sangkuriang. Letaknya di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang.

Kunjungan di objek wisata yang berada di sebagian kawasan Gunung Walakung itu merupakan upaya menggali potensi-potensi terpendam Indramayu untuk dijadikan destinasi wisata baru.

“Rencana Objek Wisata Ciwado akan dimaksimalkan menjadi tempat wisata baru yang akan menjadi kebanggaan, baik untuk masyarakat Indramayu khususnya maupun masyarakat Jawa Barat,” jelasnya.

Menurutnya, objek wisata Ciwado memiliki beberapa tempat potensi yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. Mulai dari terdapatnya sumber mata air yang jernih, curug, udara yang sejuk, dan terdapat situs-situs bersejarah peninggalan purbakala.

Dengan berbagai potensi tersebut, tidak menutup kemungkinan objek wisata Ciwado akan dimaksimalkan menjadi Taman Safari maupun Mini Zoo dengan mempersiapkan konsep yang lebih matang.

“Akan kita sampaikan ke Dirjen, nanti kawasan mana yang kita mungkin dijadikan Taman Safari dan juga kawasan mana untuk Mini Zoo. Jadi kita sudah ada gambaran dan luas-luasnya juga sehingga kita memaparkan lebih enak,” kata Nina.

Sementara itu, pengelola sekaligus perintis objek wisata Ciwado, Unang Herman mengatakan, di lokasi yang dikelolanya tersimpan nuansa alam yang masih alami.

Selain suasananya yang asri dan alami, tidak sedikit binatang-binatang berkeliaran di kawasan hutan Ciwado.

“Kalau masuk lebih dalam ke kawasan hutan, sering terlihat ada menjangan (rusa, red), burung merak, kera juga masih ada. Dan di sini sumber mata air dan curugnya sangat jernih. Sehingga pengunjung seringkali mengambil air untuk merasakan kesegarannya. Selain itu juga terdapat fosil gajah purba dan gigi hiu yang ditemukan belum lama ini,”pungkasnya. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.