Bupati Imbau Warga Tidak Mudik Nataru

oleh -11 views
FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON PIMPIN RAPAT. Bupati Majalengka, Karna Sobahi (kiri) memimpin rapat menghadapi momen libur Natal dan Tahun Baru 2022. Selama libur Nataru Pemda akan melakukan pengetatan mobilitas.
FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON PIMPIN RAPAT. Bupati Majalengka, Karna Sobahi (kiri) memimpin rapat menghadapi momen libur Natal dan Tahun Baru 2022. Selama libur Nataru Pemda akan melakukan pengetatan mobilitas.

RAKYATCIREBON.ID -Setiap ada mobilitas yang tinggi, tidak dapat dipungkiri jika kasus Covid-19 melonjak pesat. Dalam beberapa hari ke depan, Pemkab Majalengka, telah mengatur strategi menghadapi mobilias saat libur Nataru (natal dan tahun baru).

Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengatakan, Pemkab Majalengka akan melakukan pengetatan mobilitas dan protokol kesehatan di masa libur Nataru sesuai Inmendagri.

“Pemerintah akan menerapkan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia selama libur Nataru, termasuk di Kabupaten Majalengka,” kata Karna Sobahi, Sabtu (27/11).

Karna menjelaskan, terkait tahun baru, khususnya 31 Desember 2021 dan 1 Januari 2022, dirinya memerintahkan instansi terkait pengamanan untuk melaksanakan penjagaan agar tidak terjadi kerumunan.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bepergian terlebih dahulu serta bagi perantau yang berada diluar Kabupaten Majalengka untuk tidak melakukan mudik mengingat adanya varian baru serta melihat kondisi masih adanya yang terpapar Covid-19.

“Kami juga mengingatkan bahwa cuti tahunan tidak diperkenankan bagi ASN, PNS, TNI, POLRI, BUMN, swasta dan lainnya. Hal ini demi untuk kepentingan bersama,” katanya.

Khusus untuk tim Satgas, bupati berharap untuk kembali memperkuat Tracking, Tracing, Treatment (3T). Mengingat Kabupaten Majalengka masih terjadi kendala dalam tracing, karena belum adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya tracing untuk mengetahui penyebaran Covid-19.

Dia mengatakan telah berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk menyiapkan kebijakan dan langkah antisipasi menghadapi libur Nataru, khususnya pada rentang tanggal yang dianggap krusial.

“Kemarin kita telah menggelar rapat koordinasi dalam menghadapi Nataru dan sekaligus dalam percepatan vaksinasi di Kabupaten Majalengka,” jelasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, ia menjelaskan bahwa pembatasan mobilitas dan pengawasan protokol kesehatan harus dilakukan pada masa libur Nataru.

“Kami menilai upaya Satgas Covid-19 Kabupaten Majalengka dalam mengendalikan kasus corona sampai saat ini, juga sudah berjalan baik, sehingga jangan sampai terjadi kenaikan kasus usai libur Nataru tersebut,” harapnya.

Selain itu, pihaknya terus mempercepat vaksinasi bagi masyarakat umum dan lansia untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada saat libur nataru (Natal dan Tahun Baru 2022).

“Vaksinasi tidak boleh mengendur. Justru saat kasus positif Covid-19 tengah rendah, vaksinasi harus ditingkatkan terutama bagi masyarakat umum dan lansia serta kelompok rentan,” ujar Karna.

Menurutnya, Pemkab Majalengka tengah berupaya melakukan penurunan kasus yang konsisten. Diantaranya, dengan membudayakan protokol kesehatan sebagai kebutuhan di tengah tengah masyarakat dan percepatan vaksinasi.

“Kemarin kita telah menggelar rapat koordinasi. Kami pun mengapresiasi kinerja tim vaksinator dan LO terkait percepatan vaksinasi di Kabupaten Majalengka yang sudah mencapai 50 persen secara umum dan 42 persen untuk lansia, sehingga Majalengka saat ini berada pada PPKM level 2,” jelasnya.

Namun, dalam rapat tersebut masih ditemukan adanya data yang belum sesuai, sehingga masih terjadi margin kesalahan dan diharapkan untuk segera diperbaiki agar sesuai dengan kenyataan yang ada.

Kendati demikian, melihat tingkat keberhasilan yang sudah diraih, pihaknya berencana untuk melaksanakan vaksinasi lanjutan, dengan skema seperti yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

Kemudian, membentuk tim di setiap puskesmas agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya vaksinasi.

“Dengan rencana vaksinasi lanjutan selama 30 hari ke depan sampai tanggal 31 Desember 2021 mendatang. Dengan target dosis I sebanyak 384 dosis per hari dan dosis II sebanyak 732 dosis per hari. Sehingga total target 1.160 dosis per hari itu diharapkan mampu dilaksanakan secara maksimal,” harapnya.

Karna menambahkan, Pemkab Majalengka juga telah menyiapkan strategi antisipasi Covid-19 pada libur Nataru. Salah satunya dengan mengendalikan mobilitas masyarakat diikuti pengendalian lapangan yang ketat, hal ini juga akan diikuti dengan percepatan vaksinasi.

“Pemkab Majalengka mendorong percepatan program vaksinasi. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadi gelombang berikutnya, sehingga angka kematian dan perawatan rumah sakit dapat ditekan. Harapannya pada saat liburan Nataru imunitas sudah terbentuk,” harapnya.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.