Bupati: 80 Persen Guru di Majalengka Sudah Divaksin

oleh -2 views
KHUSYUK. Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka memperingati Hari Pendidikan. Tampak pegawai Disdik khusyuk mendengarkan sambutan dari Bupati Majalengka, Karna Sobahi. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas di Majalengka diperingati secara terbatas. Kali ini merupakan yang kedua kalinya peringatan Hardiknas di masa pandemi Covid-19.

Cukup sulit dirasakan para tenaga pendidik, guru, pelajar dan orangtua siswa. Karena wabah virus corona ini membatasi gerak semuanya, termasuk aktivitas belajar mengajar.

Tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai hari lahir Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara. Lupakan dulu semua kesulitan. Hardiknas ini mari semangatkan kembali halaman-halaman baru pendidikan Indonesia.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengatakan, pemikiran Bapak Pendidikan Indonesia tersebut haruslah kita jiwai dan hidupkan kembali agar lekas tercipta pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, serta terwujudnya kemerdekaan belajar yang sejati.

Lembaran baru pendidikan Indonesia berarti transformasi. Transformasi yang tetap bersandar pada sejarah bangsa, dan juga keberanian menciptakan sejarah baru yang gemilang.

“Saya ingin, anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri,” ungkapnya, di halaman kantor Dinas Pendidikan Majalengka, Minggu (2/5).

Empat upaya perbaikan terus dikerjakan bersama berbagai elemen masyarakat. Pertama, perbaikan pada infrastruktur dan teknologi. Kedua, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Ketiga, perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya. Keempat, perbaikan kurikulum, pedagogi, dan asesmen.

Terobosan-terobosan Merdeka Belajar betul-betul dapat menyasar seluruh masyarakat, mulai pendidik dan pelajar dari PAUD sampai pendidikan tinggi, orangtua, para wakil rakyat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia usaha dan dunia industri.

Krisis pandemi ini adalah ladang optimisme yang menunggu untuk kita panen. Krisis adalah kesempatan kita untuk menuai kemajuan. Saat ini ada sebagian yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Kita perlu memahami bahwa pandemi bukanlah satu-satunya tantangan yang kita hadapi. Di depan, masih membentang sederet tantangan yang akan dan harus kita lalui bersama. Mari kita lalui segala tantangan dengan inovasi dan solusi.

Mari kita ciptakan sejarah yang gemilang dan tak terbantahkan oleh dunia. mewujudkan Merdeka Belajar akan semakin cepat terlaksana. Silih asah, silih asuh, dan silih asih. Saling memintarkan, saling menyayangi, dan saling memelihara, demi satu tujuan: SDM unggul, Indonesia maju.

Pemerintah Kabupaten Majalengka telah berupaya untuk bangkit dari pandemi Covid-19 salah satunya dengan melaksanakan vaksinasi bagi para guru yang sampai saat ini sudah mencapai 80 persen.

Tatap muka sudah dilaksanakan bagi wilayah hijau dengan tetap mematuhi prokes yang ketat serta pembelajaran di jadwal secara bergilir.

“Saya ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari bangkit dan pulih. Mari serentak bergerak, wujudkan Merdeka Belajar. Guru harus tetap fokus untuk peningkatan kualitas pendidikan walaupun dengan situasi pandemi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati sekaligus launching majalah Jurnal Pendidikan Bina Atikan yang dikelola oleh Dinas pendidikan.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *