BPN Gagas Layanan Transaksi Digital, Kota Cirebon Jadi Pilot Project

oleh -10 views
LAUNCHING QRIS. BPN Kota Cirebon meluncurkan QRIS atau alat transaksi digital untuk pelayanan ke masyarakat. FOTO: NURUL FAJRI/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Penggunaan uang digital untuk transaksi di Kota Cirebon semakin meluas. Pelayanan publik yang bersinggungan dengan aktivitas transaksi, perlahan bergeser dari tunai ke transaksi elektonik.

Seperti diterapkan ATR/BPN Kantor Pertanahan Kota Cirebon. Dengan menggunakan QRIS, transaksi pembayaran dalam pelayanan publik, kini tidak lagi dilakukan secara tunai. Melainkan transaksi digital sejenis e-money.

“Ini pertama di Indonesia. Kita sudah uji coba dan berhasil. Layanan ini mempermudah masyarakat, karena cukup scan untuk pembayarannya,” ungkap Inspektur Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Sunraizal SE MM saat launching penggunaan QRIS di BPN Kota Cirebon.

Diakuinya, kapasitas QRIS dalam sekali transaksi masih Rp2 juta. Namun jika dibutuhkan lebih dari itu, maka harus melalui transaksi lebih dari sekali. Sunraizal menyebutkan, pihaknya kini tengah meningkatkan penggunaan transaksi digital.

“Apapun sekarang ini kita upayakan non cash. Seperti gaji, tunjangan maupun kegiatan lain, kalau bisa non cash,” katanya, kemarin.

Menurut Sunraizal, dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat tentu harus diiringi pula dengan perbaikan-perbaikan. “Seperti peningkatan sumber daya dan yang tidak kalah penting kita bergerak ke arah digitalisasi,” katanya.

Ia juga menilai, terobosan BPN Kota Cirebon patut dicontoh oleh daerah lain. Sehingga pelayanan publik lebih mudah dan transparan. “Saya kira ini menjadi pilot project. Daerah lain perlu juga menerapkan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Jawa Barat, Yusuf Purnama SH MH berharap semua daerah di Jabar menerapkan sistem serupa. Hanya saja, disadarinya, belum semua elemen masyarakat yang mampu mengakses digitalisasi.

“Makanya, kita punya sasaran antara. Di Jawa Barat mungkin kita targetkan yang perkotaan dulu. Seperti Kota Cirebon, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, yang masyarakatnya sudah mengenal IT,” katanya. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.