BPBD Catat 49 Bencana Terjadi di Kuningan

oleh -8 views

RAKYATCIREBON.ID– Awal tahun 2021 Tanah Air sudah diselimuti duka, berbagai peristiwa bencana alam terjadi diberbagai wilayah di Indonesia termasuk di Kuningan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mencatat sebanyak 49 bencana terjadi di 18 Kecamatan dan 42 Desa dalam kurun waktu Bulan Januari.

Berdasarkan data yang diperoleh, bencana hidrometeorologi masih mendominasi antara lain banjir satu kejadian, tanah longsor, bangunan ambruk, gerakan dan angina kencang.

“Kami mencatat sebanyak 49 bencana terjadi dalam bulan Januari 2021,” kata Kepala Pelaksana BPBD Indra Bayu Permana dalam keterangannya, Senin (1/2).

BNPD merinci sebanyak banjir satu kejadian, tanah longsor 42 kejadian, bangunan ambruk 3 kejadian, gerakan 2 kejadian dan angina kencang 1 kejadian.

Bencana itu turut mengakibatkan terdampaknya 142 KK dan 516 jiwa, sedangkan rumah terdampak dengan rincian rusak berat 2 rumah, rusak sedang 4 rumah, rusak ringan 9 rumah, terancam 40 rumah dan terendam 63 rumah.

Sedangkan sarana dan prasarana yang terdampak, jalan 14 titik, jembatan 3 titik, ririgasi 3 titik, sarana ibadah 2 unit dan TPT 24 titik.

“Kerusakan rumah dengan kategori berat dan sarana prasarana yang terdampak, sebagian besar disebabkan oleh bencana longsor,” ujarnya.

Lebih lanjut, Indra meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca yang diberikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar waspada terhadap bencana hidrometeorologi. Apalagi, puncak musim hujan masih terjadi di Februari dan musim hujan dipredisksi akan terjadi sampai bulan April.

“Selain bencana alam, ancaman bahaya lain yaitu pandemi Covid-19 yang masih terus terjadi penularan di tengah masyarakat,” tuturnya.

Indra menambahkan, pihaknya menghimbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada, apalagi di daerah rawan bencana, ketika curah hujan tinggi dan frekuensinya lama, kepada seluruh jajaran pemerintahan desa juga agar dapat menghimbau warganya untuk menjaga lingkungan sekitar dan wilayahnya masing-masing.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, untuk segera melaporkan apabila ada potensi bencana di wilayahnya,” jelas Indra.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *