BPBD Bingung Anomali Cuaca di Kota Cirebon

oleh -1 views
Kepala BPBD Kota Cirebon, Khaerul Bahtiar ST

RAKYATCIREBON.ID – Beberapa hari belakangan ini, kondisi angin di wilayah Kota Cirebon tak menentu. Bahkan, kerap terjadi angin kumbang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Khaerul Bahtiar mengakui, saat ini anomali cuaca cukup membingungkan. Padahal jika melihat kebiasaan di tahun-tahun sebelumnya, September itu sudah mulai menuju pergantian ke musim penghujan.

“Anomali cuaca di Kota Cirebon masih belum jelas. Kondisi ini membingungkan kita di daerah. Kita mengalami perubahan iklim. Tapi tanda-tandanya ini masih tanda-tanda musim kemarau. Dengan angin kumbang itu kan biasanya mau musim kemarau,” ungkap Khaerul kepada Rakyat Cirebon.

Namun demikian, di Kota Cirebon anomali cuaca masih membingungkan. Dari hasil koordinasi dengan BPBD di Provinsi Jawa Barat, lanjutnya, cuaca di sebagian besar daerah di Jawa Barat sudah menunjukkan tanda-tanda masuk musim penghujan.

Bahkan, kata dia, BPBD Provinsi Jawa Barat sudah mulai memberikan instruksi kepada BPBD di semua daerah untuk siap-siap menghadapi musim penghujan dan antisipasi segala potensi kebencanaan.

“Dilihat secara Jawa Barat, hampir semua daerah mau masuk penghujan. Sudah ada warning untuk siap siaga menghadapi musim penghujan. Tapi kita di Kota Cirebon masih dilematis. Karena kondisi masih kemarau basah. Peralihan masih belum jelas. Kalau dilihat Jabar keseluruhan,” jelas Khaerul.

Secara kasat mata, ungkapnya, di lapangan juga masih terlihat banyak pohon yang daun-daunnya berguguran. Sehingga cenderung masih menandakan kemarau. “Dengan kondisi angin saat ini, cenderung masih kemarau,” ujarnya.

Pada kemarau tahun ini, puncaknya sudah terjadi pada bulan Agustus lalu. Namun beruntungnya, tidak terjadi kekeringan parah. Hal tersebut terlihat dari tidak adanya dropping air ke wilayah selatan yang notabene selalu mengalami kekeringan saat puncak kemarau parah.

“Tahun ini, puncak kemarau Agustus. Tapi alhamdulillah tidak terjadi kekeringan parah. Tahun ini ke Argasunya tidak sampai dropping air sama sekali. Beda dengan tahun kemarin yang diperparah oleh La Nina,” ucap Khaerul.

Merespons kondisi angin saat ini yang cukup besar, Khaerul mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Dan masyarakat yang memiliki pohon agar diupayakan melakukan pemangkasan dahan pohon. Terlebih pohon yang rentan tumbang.

“Mohon juga pihak PLN, yang instalasi perkabelan melalui pohon bisa membantu pemangkasan pohon,” imbuh Khaerul. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.