Biaya Isolasi Pasien Lebih Irit Jika Pakai Gedung DPRD

oleh -9 views
GEDUNG DPRD. Tampak bagian depan Gedung DPRD Kota Cirebon, kemarin. Sejumlah wakil rakyat mewacanakan gedung tersebut jadi tempat isolasi pasien Covid-19 bergejala ringan. FOTO: NURUL FAJRI/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Wacana penggunaan gedung DPRD Kota Cirebon menjadi salah satu pusat isolasi pasien Covid-19 terus mengemuka. Jika saja Pemkot Cirebon menyetujui, langkah tersebut bisa menjadi solusi dari kebutuhan fasilitas isolasi, sekaligus menolong APBD yang kini disebut-sebut kolaps.

Seperti disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati kepada sejumlah wartawan, di Griya Sawala gedung dewan, Senin (26/7). Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, pihaknya setuju jika gedung dewan dijadikan salah satu tempat isolasi pasien Covid-19.

“Kalau ternyata terjadi outbreak (fase puncak, red), saya sangat setuju Griya Sawala ini dijadikan tempat isolasi bagi pasien Covid-19 yang OTG atau bergejala ringan,” ungkap Fitria.

Menurutnya, wacana tersebut bisa menjadi opsi tepat bagi Pemkot Cirebon. Jika rumah sakit penuh, fasilitas isolasi di hotel juga tidak bisa menampung lagi. Terutama jika anggaran belanja pada APBD sudah tidak memungkinkan untuk bayar sewa hotel.

“Itupun kalau rumah sakit sudah tidak bisa menampung, hotel juga sama. Kalau anggarannya sudah tidak ada untuk bayar hotel, sudah di sini saja di Griya Sawala. Bisa menghemat anggaran juga, di sini tidak masalah,” tuturnya.

Bahkan, sambung Fitria, jika pemkot serius ingin menghemat anggaran, rencana sewa Hotel Langensari yang akan dimulai pada awal Agustus mendatang, bisa dialihkan ke gedung dewan. Dengan begitu, anggarannya bisa dialokasikan ke kebutuhan lain untuk penanganan Covid-19.

“Mengingat dan menimbang keuangan daerah yang sudah bisa dikatakan kolaps, kekurangan anggaran, kita bersedia Griya Sawala ini menjadi salah satu alternatif tempat isolasi,” kata dia.

Dikatakan Fitria, pihaknya akan membahas rencana tersebut dengan para ketua fraksi, jika Pemkot Cirebon sudah memberi sinyal persetujuan penggunaan gedung DPRD. “Kalau memang pemerintah kota membutuhkan untuk di sini, kita akan rapat dulu membahas dengan fraksi-fraksi,” ucapnya.

Hal berbeda disampaikan Anggota Fraksi Gerindra, Fitrah Malik. Menurutnya, masih ada beberapa gedung lainnya yang dimungkinkan untuk dijadikan tempat isolasi. Jika pemkot ingin efisiensi anggaran belanja untuk penanganan Covid-19.

“Ada Gedung Korpri, gedung milik Dinas Perikanan Jawa Barat (di Pesisir), Pusdiklatpri, dan mungkin lainnya. Jadi, masih ada yang lain yang memungkinkan,” kata anggota Komisi III DPRD itu.

Sebelumnya, wacana tersebut diutarakan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos kepada sejumlah wartawan, Minggu (25/7). Politisi yang akrab disapa Andru itu mengusulkan agar gedung dewan dijadikan salah satu pusat isolasi bagi pasien Covid-19 bergejala ringan.

“Saya mengusulkan untuk gedung DPRD dijadikan tempat isolasi bagi warga yang positif Covid-19 bergejala ringan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mencukupi kebutuhan fasilitas isolasi,” ungkapnya.

Menurutnya, selain mencukupi kebutuhan fasilitas isolasi, usulan untuk menggunakan gedung DPRD sebagai salah satu pusat isolasi pasien Covid-19 juga sebagai upaya menolong APBD. Seperti diketahui, pendapatan daerah anjlok, sedangkan kebutuhan untuk penanganan Covid-19 terbilang tinggi.

“Kalau usulan ini diterima dan direalisasikan, saya kira dapat meringankan beban APBD kita. Misalnya pembiayaan untuk sewa hotel tambahan, mungkin bisa dialihkan ke pos belanja lain yang lebih mendesak terkait penanganan Covid-19,” katanya. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.