Bertahan di Tengah Pandemi, Jenisa Sasar Semua Kalangan

oleh -18 views
PRODUKSI. Proses produksi Jenisa, minuman berbahan dasar air perasan jeruk nipis segar yang banyak dijual di Cirebon dan Kuningan. Meski mengurangi, produksi tetap dilakukan untuk menyuplai kebutuhan minuman kaya manfaat bagi masyarakat di Ciayumajakuning.

Bukan Sekedar Oleh-oleh, Berbahan Air Jeruk Peras Kaya Manfaat

RAKYATCIREBON.ID – Sektor pariwisata di Cirebon dan Kuningan masih lumpuh. Sebagian besar destinasi wisata di dua daerah ini masih ditutup untuk wisatawan imbas Covid-19.

Hal itu berdampak pula pada penjualan oleh-oleh. Salah satunya Jenisa, produk sirup dan minuman berbahan air jeruk nipis yang banyak dijual di Cirebon dan Kuningan.

Pemilik Jenisa, Benhardi mengatakan, sebelum pandemi, sekali produksi Jenisa dibutuhkan 1 ton jeruk nipis segar yang ditangkan langsung dari Lampung dan Palembang. Kini, produksi disesuaikan dengan pesanan saja.

Hal itu dilakukan untuk menghindari kerugian akibat menurunnya penjualan Jenisa seiring penutupan destinasi wisata di Cirebon dan Kuningan. Jenisa memang diproduksi sebagai buah tangan wisatawan yang berkunjung ke Ciayumajakuning.

“Ketika Covid-19 tidak ada wisatawan sehingga toko oleh-oleh juga sepi berimbas pada supliyer produk termasuk Jenisa,” ungkapnya kepada Rakyat Cirebon.

Benhardi menambahkan, guna bertahan di tengah pandemi rumah produksi Jenisa yang berlokasi di  Dusun Puhun RT 5 RW 4 Ciawigebang, Kuningan inipun terpaksan melakukan pengurangan karyawan. Lantaran produksi juga menurun.

“Dengan banyak tokoh yang tutup banyak return. Contoh di Trusmi ketika kena lockdown banyak returnnya. Ketika return produk tidak bisa dijual lagi. Hanya diambil botolnya untuk kemasan ulang,” kata Ben.

PANTAU. Pemilik Jenisa, Benhardi bersama pimpinan BSM Kuningan memantau pengemasan Jenisa sebelum diedarkan di pasar.

Meski begitu, Benhardi tak patah semangat. Dia menggandeng Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) untuk permodalan pengembangan usaha. Ben optimis, Jenisa mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Mau tidak mau, Benhardi tak bisa hanya mengandalkan pembeli dari kalangan wisatawan saja. Jenisa justru harus dipasarkan ke semua kalangan sebagai minuman sehat kaya manfaat.

“Bahan dasar Jenisa itu air perasan jeruk nipis segar yang kaya kandungan vitamin C. Sehingga cocok dikonsumsi oleh semua orang untuk menjaga kebugaran tubuh,” kata dia.

Walau mengurangi produksi, Jenisa masih bisa didapatkan di banyak toko oleh-oleh di Cirebon dan Kuningan. Produk Jenisa ada dua. Sirup 650 ml dan kemasan siap minum 100 ml. Sirup dijual per botol Rp25 ribu. Sedangkan kemasan 100 ml dijual Rp5 ribu sampai Rp6 ribu per botol.

Meski berskala UMKM, Jenisa sudah diakui secara nasional sebagai produk unggulan. Hal itu dibuktikan dengan raihan banyak penghargaan. Misalnya penghargaan sebagai Produk Unggul Daerah Terbaik 2006 dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Kemudian penghargaan sebagai Produk Inovasi  pada 2012 dari Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan penghargaan di UKM Pangan Award dari Kemendag pada 2017. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *