Benda Kerep Layak Jadi Kampung Santri

oleh -138 views
KAMPUNG SANTRI. Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum didampingi Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati bersilaturahmi ke Benda Kerep. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menilai, Benda Kerep sangat cocok menjadi Kampung Pesantren dan Kampung Santri. Hal ini ditegaskan Uu saat bersilaturahmi dengan para kiai di pondok pesantren yang ada di Benda Kerep, Argasunya, Harjamukti, Kamis (25/3).

“Pertama saya bersilaturahmi sebagai pimpinan, datang ke para kiai. Ini adalah niat baik. Saya sedang menggulirkan program kampung pesantren, kampung santri. Banyak nama kampung dijadikan program, seperti kampung KB, kampung Bersinar. Namun itu semua bersifat duniawi. Karena Jawa Barat, Jabar Juara bukan hanya lahir, tapi batin. Saya punya program Kampung Pesantren,” ungkap Uu didampingi Wawali Cirebon, Dra Hj Eti Herawati, kemarin.

Beberapa waktu lalu, lanjut Uu, ia mengemukakan mengenai program Kampung Santri kepada wakil walikota. Dan ingin melihat daerah mana di Kota Cirebon yang berpotensi dikembangkan untuk menjadi kampung santri.

“Saat saya minta ke Ibu Wakil Walikota, beliau menunjuk Benda Kerep. Saya lihat di sini ada 30 pesantren. Saat saya datang, saya lihat cocok. Masyarakatnya sangat islami. Anak kecil sudah berkerudung, yang laki-laki sudah berpeci dan sarung. Ini kan cocok,” lanjutnya.

Inti dari program Kampung Santri yang sedang digalakkan Pemprov, dijelaskan Uu, adalah bentuk keseriusan agar ada percontohan kampung yang dalam kesehariannya melaksanakan nilai-nilai keislaman. Seperti salat awal waktu berjamaah, berbusana muslimah untuk perempuan, setiap maghrib semua mengaji dan nilai-nilai lainnya.

Namun demikian, kata dia, pihaknya belum bisa sampai mewajibkan, sehingga semua diserahkan kembali kepada masyarakat. Apa yang menjadi kearifan lokal di masing-masing kampung. Maka dari itu, setelah ini harus ada pertemuan lanjutan, para kiai dengan pemerintah setempat untuk membuat kesepakatan mengenai kampung santri tersebut.

Selain Kota Cirebon, ditambahkan Uu, ia juga sudah menjajaki beberapa daerah mengenai rencana Kampung Santri tersebut. Seperti ia sudah berkunjung ke Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Cianjur, Garut, termasuk Kota Cirebon.

“Kampung santri ini adalah program pemprov menuju Jabar Juara Lahir Batin. Nanti, kalau sudah sepakat, anggaran pun kami akan siapkan untuk menuju kampung santri. Saya target, ingin satu daerah ada satu kampung. Jadi 27 Kabupaten/Kota, ada 27 kampung pesantren,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati mengaku puas dengan respons yang ditunjukkan wagub saat ia ajak berkeliling di Benda Kerep. Melalui program Kampung Santri yang mendorong pendidikan sektor pesantren, Eti mengharapkan Kota Cirebon bisa menjadi bagian yang mendukung program Jabar Juara Lahir Batin tersebut.

“Kebetulan ada program pemerintah yang mendorong pendidikan pesantren. Tadi kata pak wagub memenuhi syarat. Tinggal nanti teknisnya saja,” ungkap Eti.

Setelah ini, sebagai tindak lanjut, kata dia, pemkot akan duduk bersama dengan para tokoh kiai yang ada di kampung Benda Kerep untuk menyamakan persepsi. Apakah nanti semua sepakat untuk pengembangan kampung santri difokuskan di Benda Kerep atau tidak.

“Kita tata pelan-pelan, nanti kita duduk bersama dengan para tokoh di sana. Minimal hari ini ada potensi yang bisa digali. Sehingga pemerintah provinsi bisa mendorong anggaran,” imbuh Eti. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *