Belum Juga Ada Respon, Korban Penipuan Sponsor TKI Datangi Lagi Kantor Polisi

oleh -113 views
DATANGI POLSEK. Tujuh korban penipuan berkedok pemberangkatan TKI mendatangi Polsek Utbar untuk menanyakan progres penyelidikan dari laporan yang sudah mereka buat. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH

RAKYATCIREBON.ID – Merasa ditipu oleh seseorang yang mengaku dari salahsatu sponsor pemberangkatan TKI, tujuh korban melaporkan seseorang berinisial YR yang menawari mereka bisa berangkat dengan menyediakan sejumlah uang.

Dari ketujuh korban yang melakukan pelaporan ke kepolisian di Polsek Cirebon Utara-Barat, masing-masing sudah mengeluarkan uang yang diminta YR dengan besaran berbeda, mulai dari Rp5 juta, sampai ada yang lebih dari Rp35 juta.

Yani, ibu dari salahsatu korban yang merupakan warga Sukapura mengaku, Agustus 2020 lalu anaknya ditawari lowongan kerja di luar negeri oleh YR, namun saat itu YR meminta sejumlah uang yang katanya dipergunakan untuk persiapan-persiapan sebelum pemberangkatan.

“Anak saya ditawari kerja di luar, di Taiwan dengan iming-iming gaji besar, sampai dibayarin ongkos, tapi harus ada biaya masuk,” ungkap Yani menuturkan kronologis awal kejadian yang menimpa anaknya.

Percaya dengan kata-kata YR, saat itu Yani pun mulai mencicil sejumlah uang yang dipersyaratkan, sampai akhirnya ia mulai curiga karena anaknya tak kunjung berangkat. “Saya sudah keluar Rp5 juta, tapi ada juga yang sampai Rp35 juta,” ujar Yani.

Selain Yani, Kibul, ayah dari seorang korban yang merupakan warga Pekiringan juga ikut melaporkan YR. Bahkan, uang yang sudah dikeluarkan Kibul agar anaknya bisa berangkat sudah hampir Rp35 juta, namun sampai saat ini tak jelas kemana uang yang ia berikan, termasuk YR yang sampai saat ini sulit ditemui.

“Awalnya saya ditanya, punya anak tidak yang mau kerja ke luar negeri, ada anak saya dan dia mau, akhirnya saya turuti, katanya gajinya Rp12 juta,” ungkap Kibul.

Kepada para korban yang saat ini melapor, YR menjanjikan bahwa mereka akan berangka pada November tahun 2020 lalu, namun hingga Desember tak kunjung berangkat, sampai-sampai mereka ramai-ramai mendatangi kantor PT yang disebut-sebut oleh YR, yakni PT Bahana Mega Prestasi di Bekasi.

Disana, PT tersebut memang ada, legal dan bergerak di bidang pemberangkatan TKI, namun pihak PT membantah bahwa YR adalah pegawainya, bahkan, pihak PT sama sekali tidak mengetahui uang yang sudah diminta YR yang disebutnya sebagai persyaratan untuk berangkat.

“Setelah ditelusuri, PT nya bener, tapi kata pihak PT belum ada uang masuk ke PT, dan kata PT nya dia bukan karyawan, hanya sponsor saja,” jelas Kibul.

Bahkan, kata Kibul, pihak PT menyarankan ara korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian, sampai akhirnya tanggal 8 Desember 2020 lalu, mereka ramai-ramai melaporkan YR ke Polsek Utbar.

Sejak dilaporkan, hingga saat ini, para korban mempertanyakan progras penanganan laporan yang sudah dibuat, karena sama sekali belum ada perkembangan.

Kamis (01/04) kemarin, mereka kembali ramai-ramai datang ke Polsek Utbar untuk mempertanyakan proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian, namun disana mereka tak ditemui penyidik.

“PT minta kita lapor, lalu pulangnya kita bikin laporan, orang PT juga sudah kesini, tapi belum ada perkembangan, makannya sekarang kita ke Polsek mau tanyain progresnya, karena sampai sekarang belum ada kabar,” ujar Kibul.

Ia beserta enam korban lain yang melakukan pelaporan, meminta kepada kepolisian agar segera menangkap YR, karena sampai saat ini, dari informasi yang mereka terima, YR masih dengan bebas mencari para calon-calon TKI yang ingin berangkat.

“Korban semuanya ada 12, yang lapor 7, korban bukan hanya Cirebon, ada Kuningan sama Indramayu, kita ingin agar polisi cepat bergerak, karena dia masih nyari korban lainnya, ini lama sekali, dari Desember sampai sekarang masa tidak ada perkembangan,” ketus Kibul. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *