BBWS Cimancis Garap Proyek Irigasi Senilai Rp5,5 Triliun

oleh -28 views
WORKSHOP. Bupati Indramayu Nina Agustina (kedua kiri) dan unsur Forkopimda Indramayu bersama pimpinan BBWS Cimancis saat Workshop Strategis Nasional Modernisasi Irigasi Rentang di Hotel Horison Majalengka, Kamis (13/1).
WORKSHOP. Bupati Indramayu Nina Agustina (kedua kiri) dan unsur Forkopimda Indramayu bersama pimpinan BBWS Cimancis saat Workshop Strategis Nasional Modernisasi Irigasi Rentang di Hotel Horison Majalengka, Kamis (13/1).

“Terutama untuk pemenuhan irigasi pertanian di Indramayu seperti pembuatan sodetan atau saluran penghubung dari bendungan karet Pangkalan menuju bendungan karet Cilet Cipanas. Kemudian normalisasi beberapa titik sepanjang saluran induk barat dan saluran induk utara dari hulu ke hilir,” terangnya.

Dengan adanya proyek strategis nasional tersebut, dipastikan pihaknya dapat membawa angin segar untuk masyarakat Indramayu dalam keterjaminan kebutuhan air irigasi khususnya dan kebutuhan lainnya secara umum.

“Dengan melihat betapa luasnya daerah pertanian di Indramayu dan peran sumbangsih Indramayu dalam menjaga ketahanan pangan nasional, maka tidak berlebihan kiranya Pemkab Indramayu dalam konsep modernisasi irigasi Rentang ini agar BBWS Cimancis memprioritaskan wilayah Indramayu dalam pembangunan infrastruktur pertanian secara berkelanjutan. Baik di daerah hulu, tengah dan hilir, agar permasalahan yang menjadi kendala dalam memaksimalkan produksi pertanian bisa diminimalisir,” paparnya.

Sementara itu, dari rilis yang diterima, Kepala BBWS Cimancis, Ismail Widadi menyatakan, modernisasi irigasi dilakukan selain di Kabupaten Indramayu juga untuk Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Cirebon.

Ketiga kabupaten tersebut kondisi sistem irigasi Rentang sudah berusia puluhan tahun, sehingga diperlukan upaya perbaikan untuk tahun 2021 hingga 2025 demi memaksimalkan kecukupan air pertanian.

Ia memastikan, proyek itu untuk menyelesaikan masalah yang ditemui di lapangan termasuk untuk kecukupan air pertanian dengan menggunakan anggaran sebesar Rp5,5 triliun.

“Demi mengatasi ketersediaan air, salurannya tidak boleh bocor, tidak boleh diokupasi oleh penggunaan selain irigasi, sempadan kanan dan kiri, serta manajemennya harus bagus dan pemakai air irigasi kelompoknya harus sesuai,” imbuhnya. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.