Baznas Kota Cirebon Mulai Sosialisasikan Teknis Pengumpulan Zakat Fitrah

oleh -13 views
TEKNIS ZAKAT. Baznas dan MUI mensosialisasikan teknis pengelolaan Zakat Fitrah kepada para amil di Masjid se-Kota Cirebon. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH


RAKYATCIREBON.ID – Menjelang bulan Ramadhan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon mulai mensosialisasikan, serta memberikan edukasi mengenai teknis pelaksanaan pengumpulan, hingga pendistribusian Zakat Fitrah kepada para amil zakat di masjid-masjid se-Kota Cirebon.

Dibagi kedalam beberapa sesi untuk menghindari kerumunan dan tetap memaksimalkan protokol kesehatan, sosialisasi diberikan kepada para DKM per kecamatan di Kota Cirebon selama lima hari berturut-turut.

Ketua MUI Kota Cirebon, KH Habib Hasanain Lc mengungkapkan, amil zakat merupakan orang-orang terpilih, yang bertugas menjadi jembatan antara para Muzaki dan Mustahiq zakat.

Oleh karena itu, tugas seorang amil zakat sangat berat, karena selain bertanggung jawab secara syariat, juga harus memastikan bahwa zakat diterima oleh Mustahiq yang tepat sesuai dengan kategorinya.

“Amil harus berhati-hati, namun Alhamdulillah, para amil terpilih menjadi orang yang mau disibukkan untuk mengurusi zakat fitrah, saat yang lain bersuka cita menyambut hari raya,” ungkap Habib Hasanain.

Mengelola zakat bagi seorang amil, kata dia, harus diniatkan Ibadah, karena harus dilandasi dengan keikhlasan.
Selain itu, karena amil ini ikut mengumpulkan zakat, maka paling tidak punya wawasan yang cukup, serta harus tahu mana saja yang masuk Mustahiq zakat agar zakat yang disalurkan tidak salah sasaran.

“MUI sebisa mungkin bersama Baznas mensukseskan semua programnya termasuk zakat fitrah ini. Pesan bagi para amil, pertama niat, perbaiki dan ikhlaskan niat untuk menjadi jembatan antara Muzaki dan Mustahiq,” kata Habib Hasanain.

Di tempat sama, Dewan Pengawas Syariah Baznas, KH Jaelani Said menuturkan, posisi amil dalam pelaksanaan Zakat Fitrah merupakan pelaksanaan dua tanggung jawab, yakni melaksanakan perintah Allah serta menjalankanprogram pemerintah.

Oleh karena itu, menjadi amil zakat merupakan amanah yang harus diselesaikan dengan baik, sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku dan sesuai dengan syariah.

“Perintah Allah dengan melaksanakan pesan dalam al-Quran sekaligus program pemerintah, jadi laksanakan tugas ini dengan ikhlas, Insya Allah Baznas sudah berijtihad dengan para ulama untuk menentukan sistem yang terbaik untuk zakat fitrah ini,” ujar KH Jaelani.

Ketua Baznas Kota Cirebon, M Taufik S Ag menambahkan, tahapan demi tahapan menjelang Ramadhan, khususnya untuk pelaksanaan pengumpulan dan pendistribusian Zakat Fitrah sudah dilakukan, mulai dari penetapan besaran zakat, sampai kemarinmasuk tahap sosialisasi pengumpulan dan pengadministrasian zakat fitrah untuk Ramadhan.

“Bagaimana mekanisme Zakat Fitrah agar lebih baik, setiap tahun dievaluasi agar tahu mana yang harus diperbaiki. Kita jelaskan teknis-teknis Zakat Fitrah kepada para amil, agar nanti tidak menjadi persoalan yang crowded dalam hal data. Maka dari itu, DKM se-Kota Cirebon kita panggil, mudah-mudahan berdampak pada peningkatan kesadaran berzakat, dan administrasi yang baik,” kata Taufik. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *