Dewan Reses, Keluhkan Soal Jalan Rusak, hingga Kapan Masuk Sekolah?

oleh -20 views
SERAP ASPIRASI. Reses Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Hj Hanifah didominasi keluhan infrastruktur yang rusak.
SERAP ASPIRASI. Reses Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Hj Hanifah didominasi keluhan infrastruktur yang rusak.

RAKYATCIREBON.ID – Persoalan jalan rusak, jalan berlubang hingga sampah, dominan dikeluhkan masyarakat Kabupaten Cirebon.

Mereka meminta agar pemerintah daerah segera turun tangan menyelesaikan permasalahan yang ada.

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi PKB, Dr Hj Hanifah MA menjelaskan reses pertama 2021 telah dilaluinya.

Masyarakat di Desa Bayalangu Lor, Kalideres, Panguragan, Arjawinangun dan beberapa desa lainnya meminta permasalahan banjir sampah dan jalan berlubang diselesaikan segera.

“Banjir sudah menjadi langganan buat mereka, Soal sampah, hingga jalan berlubang,” katanya, Senin (1/3).

Politisi asal Dapil III mengatakan masyarakat juga mengeluh terkait masalah ekonomi yang menjadi imbas dari pandemi Covid-19.

Bahkan, hingga persoalan stunting karena masyarakat kurang mengonsumsi makanan-makanan yang bergizi.

Sehingga, kata dia, perlu ada solusi untuk kembali meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah ini.

Selain itu, kegiatan belajar tatap muka pun menjadi aspirasi yang tercatat. Warga bertanya kapan anak-anaknya bisa masuk sekolah lagi, sebab sudah terlalu lama belajar di rumah.

Perempuan yang akrab disapa Bunda Ohan ini melanjutkan, akan memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat di Dapilnya. Utamanya, hal-hal yang berkaitan dengan mitra kerjanya di komisi III.

“Karena saya di Komisi III, maka jelas yang prioritas bakal diperjuangkan soal jalan berlubang, soal irigasi, normalisasi sungai, sampah. Tak lupa pula soal stunting, hingga layanan kesehatan. Dan saya inginnya desa itu semuanya punya TPA sementara,” kata Bunda Ohan.

Sebetulnya, di 2020 jalan-jalan berlubang harusnya sudah diperbaiki DPUPR. Sudah dianggarkan. Tetapi adanya refocusing anggaran, menjadikan wacana itu tertunda.

“Tahun ini, mudah-mudahan tidak terkena refocusing, supaya anggaran untuk infrastruktur jalan bisa dilakukan,” katanya.

Sebenarnya, banyak masyarakat yang menginginkan agar konstruksi jalannya ditingkatkan. Dilakukan betonisasi seperti daerah tetangga, Kabupaten Indramayu.

“Bahkan yang lebih tidak enak lagi, banyak yang mengeluh, APBD-nya lebih besar Kabupaten Cirebon kenapa infrastruktur jalannya kalah bagus dari Kabupaten Indramayu dan Kuningan?” katanya.

Ia juga menjelaskan, sungai-sungai yang ada di Dapilnya, banyak yang mengalami pendangkalan. Sehingga, masyarakat meminta agar instansi terkait turun melakukan normalisasi sungai.

“Jadi banyak sungai yang perlu dinormalisasi di wilayah tersebut. Di antaranya Sungai Jonggol Jagapura, Sungai Sigranala, Sungai Ciasem, Sungai Wanganayam, dan Bengawan Jagapura,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *