Bakorwil Jebol Hoax, Imron: Sengaja Kita Buka Sementara

oleh -16 views
SEKAT. Kondisi di Bundaran Bakorwil Rabu (14/7), petugas terlihat menyekat kendaraan yang akan masuk ke dalam Kota Cirebon. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Selasa malam (13/7) kemarin, beredar video di berbagai platform media sosial yang menunjukkan bahwa penutupan jalan di Bundaran Bakorwil, Krucuk dijebol oleh pengendara. Namun, isu itu langsung ditepis Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan.

Menurut Imron, informasi liar yang menyebutkan bahwa penyekatan di Bundaran Bakorwil jebol adalah hoax dan merupakan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Katanya warga menjebol barrier pembatas sebagai penutup ruas jalan di pos penutupan Bakorwil, itu tidak benar dan merupakan berita hoax,” tegas Imron.

Namun demikian, Imron membenarkan bahwa penyekatan di Bundaran Bakorwil, Selasa petang sempat dibuka oleh petugas. Itu sengaja dibuka karena di jam tersebut penumpukan kendaraan sudah terlalu padat.

“Jadi berita itu tidak benar. Video yang beredar memang benar itu video arus lalu lintas di Bundaran Bakorwil. Tetapi berita yang benar adalah upaya yang dilakukan petugas atau diskresi kepolisian membuka untuk sementara waktu. Kebetulan juga waktunya jelang Maghrib ke Isya, sekitar jam 18.30 – 19.00 WIB. Tujuannya untuk mengurai kemacetan,” ujar Imron.

Bahkan, di hari ke-12 penerapan PPKPM Darurat ini, kata dia, masyarakat mulai memahami upaya penutupan yang dilakukan kepolisian. Hal tersebut terlihat dari  upaya yang diikuti masyarakat dengan menutup jalan menuju lingkungan yang kerap dijadikan alternatif untuk masuk ke dalam kota.

“Warga cukup mendukung pelaksanaan PPKM Darurat ini. Buktinya warga membatasi gerak lainnya. Dengan mereka memasang palang dan mengunci jalan yang menuju akses masuk kota,” ungkapnya.

Dari pantauan Rakyat Cirebon di Bundaran Bakorwil, Rabu (14/7), arus lalu lintas terpantau ramai lancar. Penyekatan terus dilakukan petugas. Setiap kendaraan yang melintas diminta menunjukan salah satu dari beberapa dokumen. Seperti KTP, sertifikat bukti vaksin, surat keterangan negatif Swab Antigen atau PCR, serta untuk kendaraan disyaratkan berpenumpang 70 persen. “Tidak lengkap, siap-siap kami putar balik!” tegas Imron. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.