Awas, Tahun Politik 2024 sudah Dekat

oleh -7 views
KADERISASI. Ketua DPC Gerindra Kota Cirebon, H Eman Sulaeman menyampaikan pesan dari Sekjen DPP untuk para kader Gerindra di Kota Cirebon pada agenda kaderisasi. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Tahun politik 2024 sudah dekat. Berbagai upaya untuk mendekati masyarakat harus dilakukan. Setidaknya, dengan cara itu, maka kemenangan Partai Gerindra di Kota Cirebon pada Pemilu 2019 lalu, dapat diraih tahun 2024 mendatang.

Itulah pesan yang disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cirebon, H Eman Sulaeman mengutip amanat dari Sekjen DPP Gerindra, Ahmad Muzani saat pelatihan Kaderisasi dan Pendidikan Politik kader di Desa Wisata Cibuntu, Pesawahan, Kabupaten Kuningan, Minggu (26/9).

Pada acara agenda penguatan kualitas kader mengusung tema “Peran Partai di Masa Pendemi Covid-19” tersebut, selain dihadiri Ketua DPC, H Eman Sulaeman, juga Ketua DPRD Kota Cirebon, Hj Affiati SPd, anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Cirebon serta para kader partai berlambang garuda di tingkat DPC, PAC hingga ranting dan sayap partai.

“Sekjen berharap pada 2024, Gerindra dapat meraih kemanengan kembali. Untuk Gerindra Kota Cirebon agar dapat mempertahankan kemenangan, bahkan meningkatkan kemenangan yang sudah diraih saat ini,” kata H Eman menyemangati kader-kadernya.

Salah satu hal yang akan dilakukan di tingkat DPC untuk melaksanakan pesan Sekjen DPP tersebut, kata H Eman, Gerindra Kota Cirebon akan melakukan pembenahan struktur pengurus sampai di tingkat ranting.

“Dalam pembenahan struktur ini, DPC mendorong PAC untuk segera membenahi sturktur ranting yang belum terbentuk. Sekaligus membentuk badan saksi untuk kepentingan Pemilu 2024 mendatang. Semua harus mulai disiapkan dari sekarang,” ujar H Eman.

Sementara itu, dalam sambutannya mewakil unsur pemerintah, Kepala Badan Kesbangspol Kota Cirebon, Buntoro Tirto mengungkapkan, pendidikan politik dan kaderisasi, terutama bagi partai politik, merupakan hal yang sangat penting. Karena hasilnya, ke depan akan mencerminkan sejauh mana kualitas demokrasi di Kota Cirebon.

Dijelaskan Buntoro, saat ini, ada dua tantangan yang harus dihadapi unsur demokrasi di Kota Cirebon. Yakni tingkat partisipasi politik masyarakat serta kemampuan untuk meredam konflik.

Meningkatkan partisipasi politik masyarakat, lanjut Buntoro, harus dilakukan dengan memperkuat sinergitas antar pemangku kepentingan, baik melalui sosialisasi dan pendidikan poltik.

Sementara untuk menjaga situasi daerah tetap kondusif yang terkendali, untuk meredam konflik yang ada di masyarakat, juga diperlukan kedewasaan politik yang bisa ditumbuhkan melalui kaderisasi seperti yang digelar DPC Gerindra.

“Kami menyambut baik penyelenggaraan pendidikan politik. Ini sebagian dari upaya penyelenggaraan bantuan politik yang beberapa waktu sudah disalurkan ke sejumlah partai poltik di Kota Cirebon. Semoga ini bisa menjadi upaya meningkatkan kualitas demokrasi di Kota Cirebon,” ungkap Buntoro.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Cirebon, Hj Affiati menambahkan, pendidikan politik ini, pada intinya harus bisa menumbuhkan kesadaran para kader. Agar mereka juga bisa memahami bagaimana berpolitik yang baik.

Partisipasi politik, lanjut dia, yang dinilai menjadi tantangan demokrasi saat ini harus bisa diselesaikan bersama. Ia pun berharap, warga negara yang telah memiliki hak politik dapat berpartisipasi. Dalam pemilu di masa lalu, banyak warga yang tidak menggunakan hak politiknya dengan tidak menggunakan hak pilihnya.

“Tujuan pendidikan politik salah satunya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran dalam meningkatkan pertisipasi politik, bukan konfilknya,” kata Affiati.

Tampil sebagai pemateri, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon dr Tresnawaty SpB yang membahas Peran Partai Politik di Masa Pendemi Covid-19 dan anggota Komisi III, Fitrah Malik yang menjelaskan terkait BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.