Awal Tahun, Tidak Terjadi Ledakan Corona di Majalengka

oleh -6 views
MEMANTAU. Kepala Dinkes Majalengka, Alimudin sudah menugaskan Satgas Covid Sindangwangi agar melakukan memantau perkembangan nakes yang diduga terpapar Covid-19.

RAKYATCIREBON-Awal 2021 peta sebaran virus Corona di Kabupaten Majalengka mengalami penurunan. Tidak terjadi ledakan kasus seperti di pertengahan tahun lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Drs H Alimudin MM mengatakan, berdasarkan informasi Tim Gugus Tugas Covid 19 hingga akhir minggu pertama Januari 2021, jumlah pasien positif Corona yang sembuh di Kabupaten Majalengka, cukup tinggi.

“Dari total 1.469 warga terkonfirmasi Covid-19. Jumlah pasien yang sembuh mencapai 1.146 orang. Sementara yang positif hanya sekitar 179 orang dan yang meninggal sebanyak 143 orang,” jelas Alimudin kepada Rakyat Cirebon.

Lebih lanjut, pria yang menjabat Juru Bicara Tim Satgas Covid 19 Kabupaten Majalengka itu juga mengungkapkan, data lainya menunjukkan dari sekitar 1.392 suspect, sebanyak 100 pasien masih isolasi dan sebanyak 1.292 selesai isolasi.

Sedangkan data kontak erat dari total sekitar 5.549 orang. Sebanyak 918 orang sedang menjalankan karantina dan discarded sebanyak 4.631 orang.

“Secara umum bisa dijelaskan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Majalengka, cukup tinggi,” terangnya.

Selain itu, Alimudin mengungkapkan, terus terjadinya penambahan kasus positif Covid-19 di Majalengka disebabkan sulitnya melacak penyebaran Covid-19. Apalagi, mobilitas masyarakat saat ini tidak sepenuhnya dibatasi.

“Kami hanya sebisa mungkin melakukan tracing jika ada suatu kasus Covid-19. Karena kami saat ini sudah sangat sulit mencari titik awal penyebarannya,” ujarnya.

Sementara itu, terkait adanya satu tenaga kesehatan (Nakes) di Kecamatan Sindangwangi yang diduga terpapar, setelah dalam rapid antigen menunjukkan reaktif.

Pihaknya mengaku sudah menugaskan pihak Satgas Covid kecamatan dan Puskesmas Sindangwangi untuk melakukan tracking, dan memantau perkembanganya.

“Ya mudah mudahan hasilnya negative. Namun, demikian kami sudah menugaskan tim Covid-19 dan Puskesmas setempat untuk melakukan pemantauan dan pengawasan, serta tracking,” pungkasnya.(hsn/pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *