Arab Saudi Masih Tertutup, Pengusaha Travel Agar Bisa Legawa

oleh -15 views

RAKYATCIREBON.ID – Per tanggal 03 Februari 2021 lalu, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengeluarkan kebijakan menutup pintu kunjungan yang datang dari 20 negara. Indonesia masuk salah satu negara yang tidak diperbolehkan datang ke sana. Otomatis, perjalanan ibadah umrah pun tidak bisa dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Para pelaku usaha yang bergerak di bidang travel umrah, langsung merespons kebijakan tersebut. Salah satunya mereka yang tergabung dalam Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri).

Menanggapi kebijakan yang diterapkan Arab Saudi tersebut, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Cirebon, Jajang Badruzaman mengungkapkan, pelarangan kedatangan ke Kerajaan Arab, khususnya bagi pendatang asal Indonesia, bukanlah yang pertama kali.

Di awal pandemi tahun 2020 lalu, Arab juga menutup pintu. Bahkan untuk semua negara. Dan kondisi tersebut terus berubah melihat perkembangan kasus Covid-19 di Arab Saudi. Untuk keberangkatan umrah pada bulan November lalu, kembali diperbolehkan. Lalu tak lama, tanggal 21 Desember ditutup lagi.

Setelah itu, pada pertengahan Januari lalu, Kerajaan Arab kembali membuka pintu. Hingga tanggal 3 Februari Kerajaan Arab kembali menetapkan kebijakan menutup kunjungan yang berasal dari 20 negara, termasuk Indonesia.

“Ini memang terus berubah. Pernah dibuka, ditutup lagi, dibuka dan sekarang ditutup lagi. Januari pertengahan dibuka, tetapi di akhir Januari Covid-19 naik lagi, 310 per hari. Makanya, Arab Saudi menutup kembali kedatangan untuk 20 negara,” ungkap Jajang kepada Rakyat Cirebon, kemarin.

Pelarangan tersebut, lanjut Jajang, bukan hanya untuk keperluan beribadah di tanah suci. Melainkan semua bentuk kunjungan. Sehingga, Kementerian Agama sampai saat ini belum mengeluarkan respons kaitan dengan keberangkatan umrah yang dipastikan terdampak.

“Kemenag sampai saat ini belum ada edaran resmi dari pusat. Karena memang semua kedatangan ditutup. Bukan hanya umrah, yang bisnis dan melancong juga ditutup,” lanjutnya.

Meski demikian, pihak Kemenag meminta kepada para penyelenggara travel haji dan umrah untuk bisa legawa menerima kebijakan penutupan yang dikeluarkan Kerajaan Saudi.

“Alasan mencegah penularan Covid. Ya ini mau tidak mau harus diterima bersama. Kita hanya bisa menunggu. Semoga kondisi pandemi ini segera berakhir,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama antar Lembaga dan Luar Negeri DPP Amphuri, Dede Muharam mengatakan, untuk kepentingan bersama, meskipun ada kekecewaan, pihaknya menghormati kebijakan yang diterapkan Kerajaan Saudi. Sehingga, dengan demikian para pelaku usaha travel harus menunda keberangkatan umrah bagi jamaah yang sudah dijadwalkan akan berangkat.

“Kami menghormati itu. Jadi jadwal yang sudah disusun oleh para travel terpaksa ditunda,” pungkas Dede. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *