Antisipasi Kebakaran, Lapas Ganti Kabel Listrik yang Berjamur

oleh -2 views
TIDAK LAYAK. Lapas Majalengka menindaklanjuti laporan adanya sejumlah kabel listrik di salah satu panel di dalam Lapas yang kondisinya sudah tidak layak. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Majalengka melakukan penggantian instalasi listrik yang telah berjamur, Sabtu lalu (11/9).

Hal ini menindaklanjuti juga upaya pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Lapas Tangerang.

Kepala Pengamanan Lapas Majalengka (KPLP), Jajang Taufik Azhar mengatakan, kegiatan tersebut menindaklanjuti laporan adanya sejumlah kabel listrik di salah satu panel di dalam Lapas yang kondisinya sudah tidak layak.

Laporan tersebut salah satunya dilakukan oleh pihak PLN Majalengka yang mana telah melakukan pengecekan pada hari kemarin.

“Jadi ini menindaklanjuti masalah kemarin karena ada instalasi listrik yang sudah berjamur dan karat, kami pihak lapas majalengka dan PLN kota Majalengka segera mengganti dan memperbaiki agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kegiatan ini juga atas perintah langsung dari Kalapas Majalengka,” ujar Jajang, Sabtu (11/9).

Ia pun berterima kasih kepada pihak terkait, khususnya kepada PLN Kota Majalengka dan Polres Majalengka, sehingga kegiatan tersebut berjalan lancar.

Jajang berharap, peristiwa mengenaskan di Lapas Tangerang tak terjadi lagi, baik di Lapas Tangerang itu sendiri maupun di tempat lain.

Seperti diketahui, kabel listrik di salah satu panel di Lapas Klas II B Majalengka diketahui dalam kondisi tidak layak.

Temuan itu setelah petugas dari PLN melakukan pengecekan panel di lapas tersebut pada Jumat (10/9). Jajang menyebut, secara umum listrik di Lapas Majalengka dalam keadaan baik.

Namun dari pemeriksaan, petugas menemukan ada salah satu kabel sudah berjamur.

“Ada tiga panel. (Kemarin ditemukan kabel) oleh tim dari PLN sudah berjamur. Dikhawatirkan terjadi korsleting, nanti kabel yang rusak tersebut. Pemeriksaan rutin, tiap tahun,” ucapnya.

Menurtnya, di Lapas Klas II B Majalengka sendiri saat ini terdapat sebanyak 312 orang warga binaan. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibanding kapasitas ideal yang hanya 84 orang warga binaan saja.

Sebelumnya, kebakaran yang mengakibatkan korban tewas terhadap warga binaan di Lapas Tangerang, memunculkan keprihatinan sesama warga binaan.

Keprihatinan itu mendorong ratusan warga binaan Lapas Kelas II B Majalengka menggelar doa bersama dan salat gaib untuk arwah korban tewas.

Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat dan tertib tersebut, diikuti oleh pula oleh jajaran Lapas.

Hal itu merupakan wujud kepedulian untuk meringankan beban saudara sesama warga binaan yang terkena musibah.

“Kita ikut merasakan bagaimana peristiwa pilu ini terjadi. Oleh karena itu, bentuk bela sungkawa, kita giatkan doa bersama dan salat gaib,” ujar Kepala Lapas (Kalapas) Majalengka, Suparman, Kamis (9/9) malam.

Suparman pun berharap, para keluarga yang ditinggalkan dan mendapat musibah mampu diberi ketabahan.

Terkait pencegahan dini agar kejadian serupa tidak terjadi di Lapas Majalengka, pihaknya mengaku telah melakukan penguatan jajaran dan warga binaan.

“Kemarin kita tim ricek ke dalam ke seluruh blok hunian dalam rangka antisipasi adanya instalasi listrik (di luar) sewajarnya. Kita sudah keliling,” ucapnya.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.