Angka Kepesertaan BPJS Masih Jauh dari Harapan

oleh -108 views
BPJS MENDENGAR. Zoom Meeting kick off program BPJS Mendengar sebagai merespons keluhan masyarakat digelar, Senin (8/3). FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Merespons berbagai bentuk keluhan dan masukan dari masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan, BPJS Kesehatan mulai melaunching program BPJS Mendengar, Senin (8/3).

Program tersebut mulai dilakukan melalui Zoom Meeting dibuka langsung Direktur Utama BPJS Kesehatan (BPJS-Kes), Ali Ghufron Mukti.

Hadir Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono serta Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Achmad Yurianto.

Wartawan Rakyat Cirebon berkesempatan mengikuti kick off BPJS Mendengar.

Pada kesempatan itu, Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menyampaikan, hingga saat ini, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Indonesia masih ada di angka 82 persen.

Angka tersebut, masuh jauh dari yang diharapkan. Sehingga BPJS Kesehatan terus melakukan terobosan-terobosan untuk mendongkrak angka cakupan tersebut.

“Se-Indonesia baru 82 persen. Untuk memperluas cakupan, kami mengembangkan banyak hal. Seperti inovasi terhadap pendanaan BPJS Kesehatan. Kami ingin sektor informal, peserta PBPU bisa meningkat. Yang non APBN juga bisa meningkat. Salah satunya, direksi sepakat ikut berkontribusi,” ungkap Ali Ghufron.

Selain itu, ia mengharapkan duta BPJS bisa mensupport program pengembangan yang dilakukan. Hal lainnya, BPJS Kesehatan juga memperkuat sinergitas dengan lembaga lain. Seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), sehingga semua bisa ikut berpartisipasi mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia.

Yang paling penting, kata Ghufron, public education harus terus digencarkan. Oleh karena itu, BPJS juga akan melakukan kerja sama dengan provider-provider dalam rangka inovasi di sektor teknologi. Sehingga ke depan, pelayanan BPJS Kesehatan bisa diperoleh masyarakat secara mudah.

“Kami akan kerja sama dengan bank, dan pendekatan lain untuk meningkatkan kepesertaan ini. Seperti kemudahan pembayaran, edukasi publik, inovasi teknologi dengan provider,” ungkapnya.

Dengan program BPJS Mendengar ini, diharapkan masukan, keluhan hingga kritikan terhadap pihaknya bisa terwadahi dan terjawab. “Kami akan akomodir dalam rencana strategis. Baik jangka pendek atau jangka panjang,” kata Ali Ghufron.

Menurutnya, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pada tahun 2024 mendatang, ditargetkan sampai di angka 98 persen.

Sementara itu, pada Zoom Meeting, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menambahkan, angka cakupan kepesertaan BPJS saat ini masih jauh dari yang ditargetkan.

“Ini masih jauh. Namun kita akan lakukan percepatan. Sustainabilitas JKN hingga pembiayaan,” tambah Dante. (sep)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.