Anggaran PON Tak Cantumkan Honor Panitia Lokal

oleh -10 views
Iing Sebut Honorarium untuk Panitia Di-cover PB PON Jabar

KEJAKSAN – Dalam rincian APBD Perubahan 2016 untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) senilai Rp8 miliar, tidak ada honorarium untuk panitia lokal, Sub Panitia Besar (PB) PON XIX Kota Cirebon.

Iing Daiman
Iing Daiman. dok. Rakyat Cirebon

Tidak adanya honorarium panitia lokal, Sub PB PON XIX itu dibenarkan Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Cirebon, Ir Iing Daiman MSi.

Iing mengatakan, pada anggaran yang disiapkan untuk PON dalam APBDP 2016 itu tak tercantum mengenai honorarium panitia lokal.

“Honor panitia lokal selama PON tidak tercantum,” ungkapnya.
Dikatakan Iing, tidak dicantumkannya pemberian honor panitia lokal tersebut lantaran PB PON Jabar sudah mengalokasikan honor khusus untuk panitia.

“Kalau tidak ter-cover oleh PB PON mungkin kita juga alokasikan. Kita melakukan koordinasi mana yang belum terbiayai dan sudah. Soal honor itu ada pada posisi penyelenggara,” katanya.

Sementara itu, Sekda Kota Cirebon, Drs H Asep Dedi MSi mengatakan, seharusnya honorarium bagi panitia lokal itu bisa dialokasikan melalui APBDP 2016, selain pemberian honor yang diberikan oleh PB PON.

Hal itu, kata Asep Dedi, karena minimnya anggaran yang ada, honorarium untuk panitia lokal tak bisa diberikan.

“Cuma tadi anggarannya tidak ada. Inginnya ada, bagaimana kita bisa mengalokasikan kalau tida ada anggarannya,” ucapnya.

Birokrat berkacamata ini mengakui, dalam persiapan pelaksanaan PON XIX tersebut masih ada beberapa kekurangan termasuk dalam pengalokasian anggaran.

“Tapi kita maksimalkan, semua harus dilibatkan. Memang, wayahna tidak ada honornya,” ujarnya.
Lebih jauh, dikatakan Asep Dedi, pelaksanaan PON XIX merupakan salah satu pekerjaan yang luar biasa. Pasalnya, ada venue tambahan, yakni bulutangkis.

Mengingat, sambung Asep Dedi, Kota Cirebon pada awalnya hanya dipercaya untuk menggelar venue cabor selam nomor kolam.

“Awalnya Bandung untuk venue bulutangkis, sehingga kita yang dipercaya. Di sisi lain, ini merupakan suatu penghargaan, tapi sisi lainnya kita harus menyiapkan ini. Sementara, PON XIX harus sukses,” tuturnya.

Asep Dedi mengaku, akan ngotot agar pelaksanaan PON bisa berjalan dengan sukses. Hal itu, agar meninggalkan kesan  baik pada 34 provinsi yang datang ke Kota Cirebon sebagai peserta PON mendatang.

“Kita sebagai tuan rumah, termasuk Kota Cirebon harus memiliki kesan bagus. Jangan sampai ada kesan buruk terbawa dari Aceh sampai Papua,” pungkasnya. (man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.