Aksi Bagi-bagi Kondom di Pasar Majalengka Dikritik

oleh -4 views

RAKYATCIREBON.ID– Alat kontrasepsi jenis kondom dibagi-bagikan kepada warga di sejumlah titik pasar yang ada di Majalengka Jawa Barat, pada Rabu, 21 April 2021. Tepat dengan peringatan hari Kartini.

Jumlah alat kontrasepsi jenis kondom dan pil KB ini ratusan. Nyaris semua warga yang menyaksikan ataupun menerima pembagian kondom dan pil KB di pasar tersenyum-senyum. Bahkan ada yang menahan tawa.

Dalam benak warga, alasan bagi-bagi kondom atau jenis alat kontrasepsi itu tidak umum dibagikan pada saat orang sedang menjalankan ibadah shaum atau puasa di bulan Ramadhan.

Biasanya, sebagian besar warga menyaksikan bagi-bagi takjil, itu pun disaksikan sore hari sehabis Ashar menjelang Maghrib.

Namun, aksi berbagi kondom dan pil KB ini dilaksanakan siang hari, masih jauh dari suasana ngabuburit sore hari.

Menurut klaim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Majalengka, aksi pembagian kondom dan pil KB itu, bertujuan agar warga dapat merencanakan sebuah keluarga. Agar berpikir panjang untuk mempunyai anak banyak.

“Hari Kartini yakni memperingati pejuang perempuan di Indonesia. Nah, kami ingin mengingatkan masyarakat akan pentingnya merencanakan keluarga, maka kami bagi-bagikan kondom dan pil KB,” ujar Kepala DP3KB Kabupaten Majalengka Nasrudin, Rabu, (21/4).

Rupanya, aksi pembagian kondom dan pil KB ini dilakukan secara serentak di sebelas pasar tradisional lainnya di wilayah Kabupaten Majalengka. Para petugas penyuluh KB pun disebar ke titik pasar untuk membagikannya.

“Serentak ya, ini baksos dalam rangka Hari Kartini, kami membagikan kondom dan pil KB di 12 pasar tradisional. Kami pun memberikan layanan KB gratis di 32 fasilitas kesehatan,” ucap Nasrudin.

Senada, Kabid Ketahanan Keluarga Sejahtera DP3KB Kabupaten Majalengka, Titin Kustiningsih menjelaskan soal pemilihan momen pembagian kondom dan pil KB pada perayaan Hari Kartini bukan tanpa alasan, momen ini dinilainya merupakan alasan yang tepat, agar siapapun dapat kembali berpikir ulang merencanakan sebuah keluarga.

“Momentum ini sebagai upaya menyadarkan warga tentang pentingnya keluarga berencana,” ungkapnya.

Menurut Titin, sosialisasi program keluarga berencana di Kabupaten Majalengka, masih terkendala kurangnya tenaga penyuluh berstatus PNS. “Kami masih kekurangan penyuluh KB,” ungkapnya.

Terpisah, sejumlah netizen atau warganet yang berada di pasar Rajagaluh Majalengka, banyak memposting hasil jepretan foto secara amatir. Komentar yang ada beragam. Sebagian tertawa, sebagian mengkritik, karena tidak tepat, sebab dibagikan pada saat bulan Ramadhan, mereka membandingkanya dengan bagi-bagi takjil.

“Baturmah bagi-bagi takjil teh kolak, ini malah bagi-bagi kondom,” ungkap warganet, sambil menyisipkan emoticon senyum.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *