Akhirnya Dibangun, Keberadaan Rumah Singgah sangat Mendesak

oleh -2 views
MULAI DIBANGUN. Setelah sempat tersiar kabar gagal lelang, akhirnya di lapangan pembangunan Shelter PMKS dimulai. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Setelah sempat dikabarkan gagal dilaksanakan karena mengalami kendala pada proses lelang, akhirnya proses pembangunan shelter bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang menjadi kebutuhan Dinas Sosial, mulai dibangun.

Dari pantauan Rakyat Cirebon, Selasa (12/10), material bahan bangunan sudah menumpuk di lokasi pembangunan di belakang kantor Dinas Sosial. Bahkan para pekerja pun sudah mulai melakukan penggalian untuk konstruksi dasar bangunan.

Pelaksana Program di Dinsos Kota Cirebon, Nugraha Rahmani Nafit mengungkapkan, pekerjaan di lapangan sudah mulai sejak Senin (11/10) lalu. Diawali dengan agenda tasyakuran dengan harapan pembangunan berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

“Baru hari ini (Selasa, red) secara fisik. Kemarin (Senin, red) sudah mulai persiapan, tasyakuran,” ungkap Nugraha kepada Rakyat Cirebon.

Setelah menanti dalam waktu yang panjang, lanjut Nugraha, Dinas Sosial pun lega. Karena fasilitas yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak, berupa shelter bagi penanganan PMKS akhirnya bisa mulai dibangun.

Dijelaskan Nugraha, kebutuhan Dinas Sosial akan fasilitas Shelter PMKS sudah lama dirasakan. Dan pada tahun 2018, saat itu nomenklaturnya masih Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA), mulai dilakukan pengajuan untuk dianggarkan di tahun 2019. Saat itu, DSPPPA masih dipimpin Jamaludin yang saat ini sudah purna kerja.

Kemudian di tahun 2019, pembangunan belum bisa dilaksanakan, karena persiapan yang tidak maksimal. Iing Daiman yang saat itu menakhodai DSPPPA mengajukan kembali. Dan melengkapi persiapan untuk pengajuan pembangunan di tahun 2020.

Namun lagi-lagi, di tahun anggaran 2020 gagal direalisasikan, karena anggaran yang sudah disiapkan terpaksa dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Sejak 2018 diajukan, baru terealisasi tahun ini di zaman ibu Santi. Kemarin persiapan mulai tanggal 11 Oktober,” jelas Nugraha.

Selain dari proses panjang, kata Nugraha, rencana pembangunan shelter PMKS juga sempat mengalami perubahan lokasi, dimana pada awalnya, Shelter PMKS direncanakan akan dibangun di lahan  kosong di belakang gedung Korpri, kemudian dialihkan ke lahan kosong dibelakang kantor Dinsos.

“Kalau lihat jadwal, dua bulan pekerjaan, sepertinya selesai. Rencana dua lantai, ini baru tahap pertama, dan tahap duanya sudah mulai diusulkan untuk dianggarkan di tahun 2022,” kata Nugraha.

Pekerja Sosial Dinsos, Siti Fatimah mengatakan, rumah singgah atau shelter PMKS ini sudah menjadi kebutuhan mendesak. Mengingat Kota Cirebon merupakan daerah transit, sehingga sering banyak OTDP yang memerlukan penanganan.

“Banyak PMKS yang perlu ditangani. Sehingga perlu rumah singgah sementara untuk penyelesaian PMKS di Kota Cirebon,” kata Siti Fatimah.

Ia menambahkan, fasilitas baru yang sedang dibangun ini ke depan akan diperuntukkan bagi penanganan 26 kategori PMKS di Kota Cirebon. Sehingga penanganannya ke depan akan lebih masif.

“Ini untuk semua PMKS di Kota Cirebon, nanti akan ada ruang khusus untuk assesment, tertutup dan steril untuk menjaga kerahasiaan klien,” imbuh Siti Fatimah. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.