Air Pantai Kejawanan Tiba-tiba Surut, BMKG: Jangan Khawatir

oleh -104 views
MULAI NORMAL. Permukaan air laut di Pantai Kejawanan, Cirebon yang pagi kemarin ramai diperbincangkan mengalami penyurutan, mulai kembali normal. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Masyarakat Kota Cirebon heboh. Informasi mengenai air di Pantai Kejawanan yang tiba-tiba surut dan berpotensi tsunami, membuat warga netizen waswas, Senin (6/12).

Informasi tersebut tersebar cepat melalui whatsapp. Bahkan disertai video yang memperlihatkan situasi di Pantai Kejawanan yang mengalami penyurutan sejak Minggu (5/12) malam.

Saat dikonfirmasi mengenai informasi yang banyak menyebar tersebut, Forecaster BMKG Stasiun Kertajati, Ahmad Faa Iziyn mengungkapkan, fenomena tersebut merupakan kondisi alam yang biasa terjadi. Dan menjadi bagian dari proses alam pasang surut permukaan air laut yang normal.

“Setiap bulan Desember kondisi air laut memang surut. Jadi ini kondisi biasa di perairan utara,” ungkap Faa Iziyn kepada Rakyat Cirebon.

Pada kondisi akhir tahun, lanjut Faa Iziyn, pasang surut air laut memang terjadi lebih esktrem dari biasanya. Dan terjadi di awal bulan Desember.

Pada periode tersebut, penyurutan permukaan air laut minimum bisa mencapai 0,2 meter. Hal serupa juga rutin terjadi di tahun-tahun sebelumnya dalam periode yang sama.

“Seperti tahun lalu juga seperti itu. Prakiraan tinggi pasang surut laut Cirebon di tanggal 5 sampai 7 Desember,” lanjutnya.

Biasanya, dijelaskan Faa Iziyn, pada periode tersebut, kondisi air laut mulai surut sejak sore menjelang malam, bahkan sampai dini hari.

Kondisi itulah yang digambarkan dalam video yang sudah banyak tersebar melalui whatsapp dan sempat membuat geger tersebut.

“Dari prakiraan pasang surut air laut wilayah Cirebon, kondisi air laut mulai surut pada sore menjelang malam, sampai malam hari. Dengan ketinggian air laut minimum 0,2 meter,” jelas Faa Iziyn.

Faa Iziyn juga memperlihatkan data prakiraan tinggi pasang permukaan laut Cirebon berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Meteorologi Maritim Klas I Tanjung Priok Jakarta. Pada tabel data tersebut, diperlihatkan pada tanggal 5, 6 dan 7 Desember, ketinggian permukaan air laut Cirebon memang mengalami perubahan signifikan, terutama di jam-jam saat pergantian hari.

“Fenomena ini biasa terjadi. Jadi jangan khawatir dan jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak benar. Semua kondisi normal,” kata Faa Iziyn.

Sementara itu, menjelang siang kemarin, kondisi ketinggian permukaan air laut mulai kembali normal. Sesuai dengan data prakiraan yang dirilis oleh BMKG.

Terpisah, Pengamat Astronomi, Sunardi mengatakan, fenomena surutnya air laut biasa terjadi saat memasuki bulan purnama.

“Peristiwa pasang surut air laut adalah fenomena alam biasa. Itu disebabkan karena revitasi benda-benda langit, khususnya bulan,” ungkapnya.

Pasang surut air laut, tambah Sunardi, sudah biasa terjadi sebanyak dua kali dalam sebulan. Yakni saat bulan berada di jarak terdekat dengan bumi.

“Saat bulan baru atau bulan purnama, posisi benda langit matahari, bulan dan bumi, berada di satu garis lurus. Itu juga bisa jadi penyebab pasang surut air laut,” tandasnya. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.