Air Panas Gempol Berpotensi Jadi Rujukan Tamu Luar Daerah

oleh -6 views
POTENSI BAGUS. Anggota DPR RI, HE Herman Khaeron saat mencoba tingkat kepanasan Air Panas Gempol.
POTENSI BAGUS. Anggota DPR RI, HE Herman Khaeron saat mencoba tingkat kepanasan Air Panas Gempol.

RAKYATCIREBON.ID – Di Kabupaten Cirebon, potensi wisata cukup banyak. Salah satunya, Air Panas Gempol di Desa Palimanan Barat. Lokasinya yang terbilang masih asri, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong luar daerah.

Hal itupun dibenarkan Anggota DPR RI, HE Herman Khaeron usai menggelar reses di Desa Palimanan Barat, Rabu (13/10). Kang Hero–sapaan akrabnya, menilai ditengah-tengah glamornya suasana perkotaan, ternyata di Cirebon terdapat satu kawasan hutan, yang bisa dinikmati. Didalamnya, terdapat sumber mata air panas, yang memiliki banyak khasiat.

“Saya kira dengan luas tanah yang begitu besar dan terdapat sumber air panas. Bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal. Maupun regional. Kalau sudah terkenal menjadi tujuan para pelancong. Apalagi ini kan memiliki khasiat tertentu,” terang Kang Hero. 

Terlebih kata politisi Demokrat itu, suhu airnya cukup enak. “Tadi saya coba. Panasnya cukup lah ya. Tinggal nanti dipadukan dengan air dingin. Karena kan ada yang tahan dengan tingkat kepanasan seperti saat ini. Tapi ada juga yang harus lebih dingin,” ucapnya. 

Pihaknya pun mengapresiasi, kepada seluruh komponen. Baik BPD maupun Pemdes setempat serta pihak kecamatan. Mereka kata Hero, kompak berkeinginan untuk melestarikan lingkungan. Sekaligus membentuk kawasan wanawisata. Dengan begitu, potensi yang ada bisa meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.

“Saya mengapresiasi. Kami juga akan menseriusinya. Sampai nanti apa yang bisa saya laksanakan untuk turut serta dalam mengembangkan pariwistaa ini. Mungkin nanti akan saya coba carikan CSR. Dan mengetuk Indocement untuk bisa terlibat,” katanya. 

Untuk kawasan wanawisata, menurutnya, tidak harus ditopang dengan akses jalan yang bagus. Yang terpenting, kondisi jalan sudah bisa dilewati. Tidak licin dan membahayakan. Tinggal perbaikan dikawasan objek wisatanya saja.

“Karena yang dijual kan alamnya. Jadi soal akses jalan tidak masalah. Yang penting jalan ini sudah keras. Aman saat dilewati. Kalau hujan ngga licin. Ini sudah bagus,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.