75 Warga akan Mendapatkan Kartu JKN KIS Tahap Pertama

oleh -11 views
PENYERAHAN. Tahun ini Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka telah mengajukan 75 warga untuk mendapatkan kartu JKN KIS tahap pertama. Namun baru 64 orang yang sudah cetak. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka (Pemkab Majalengka) melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial menyerahkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kepada masyarakat khususnya balita dengan indikasi masalah gizi di Kabupaten Majalengka.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Harizal F Harahap mengatakan, penyerahan tersebut sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Majalengka terhadap penanggulangan gizi buruk dan pencegahan stunting.

Sebelumnya, kata dia, Pemda mendaftarkan masyarakat yang terindikasi mengalami gizi buruk dalam kepesertaan JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Sehingga, apabila penderita memerlukan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan maka biayanya dijamin oleh BPJS Kesehatan.

Dia menjelaskan, pada tahun ini Dinas Kesehatan telah mengajukan 75 orang untuk mendapatkan kartu JKN KIS tahap pertama. Namun baru 64 orang yang sudah cetak, sisanya akan diajukan lagi bulan depan dengan usulan baru lainnya setiap bulan.

“Tahap pertama baru bisa dicetak 64 orang yang tersebar di 7 kecamatan. Yakni, Kecamatan Banjaran, Jatiwangi, Sumberjaya, Jatitujuh, Rajagaluh, Talaga dan leuwimunding,” jelas Harizal, Kamis (18/11).

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majalengka, Gandana Purwana mengungkapkan, bahwa pembuatan kartu JKN KIS tersebut, sesuai data DTKS yang ada.

“Kita akan mengajukan sebanyaknya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam pelayanan kesehatan, termasuk ibu hamil kurang mampu untuk persiapan persalinan,” ujarnya.

Sementara kepala BPJS Kesehatan Majalengka Erra Widayati, menambahkan, bahwa pihaknya siap memfasilitasi pemerintah Kabupaten Majalengka dalam pembuatan kartu JKN KIS.

“Sampai saat ini kadang dalam pencetakan kartu terkendala dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang belum online, membuat memperlambat pencetakan kartu tersebut, sehingga kita harus koordinasi dengan Disdukcapil Pemkab Majalengka,” ujarnya.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.