2 Orang Penyebar Video Hoax Pencurian Insiden Tangki Pertamina Ditangkap

oleh -48 views
DITANGKAP. Dua pelaku penyebar konten video hoax pencurian di pemukiman yang ditinggal warga mengungsi diamankan di Mapolres Indramayu. FOTO: TARDIARTO AZZA/RAKYATCIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Polres Indramayu bertindak tegas terhadap penyebar berita hoax adanya aksi pencurian di pemukiman warga sekitar kilang Pertamina RU VI Balongan. Kabar pencuriannya terjadi saat warga yang panik meninggalkan rumah akibat terjadinya ledakan dan kebakaran tangki di area kilang.

Kedua pelaku yang diamankan pada Rabu (31/3) malam itu semuanya warga Kabupaten Indramagu. Yaitu laki-laki berinisial SH (32) warga Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, dan seorang remaja perempuan berinisial BS (19) asal Desa Bogor, Kecamatan Sukra.

Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh Susilo Herlambang melalui Kasat Reskrim, AKP Luthfi Olot Gigantara didampingi Kanit Tipidter, IPDA Ardian membenarkan pihaknya mengamankan dua orang tersebut. Kedua pelaku diamankan setelah Tim Patroli Cyber Polres Indramayu menemukan postingan dengan konten yang tidak sesuai fakta.

Dari hasil profiling, polisi menemukan identitas sebuah akun FB milik HS yang berlokasi di Desa Cilandak Lor, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu. “HS ber-KTP Kecamatan Gantar namun tinggal di Kecamatan Anjatan. Ia membuat video lalu diedit oleh rekannya yakni saudari BS dengan tambahan narasi berita hoax tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, HS dan BS diamankan oleh polisi setelah mengunggah konten video di media sosial dengan narasi menggambarkan adanya aksi pencurian dan penjarahan terhadap rumah yang ditinggalkan warga karena mengungsi akibat ledakan tangki kilang.

Rumah dalam keadaan kosong yang ditinggalkan pengungsi itu dimanfaatkan oleh oknum warga untuk melakukan aksi pencurian barang-barang elektronik dan sepeda motor. Ternyata informasi yang dibuat keduanya dipastikan hoax. Hal itu diketahui setelah polisi turun ke lapangan dan tidak menemukan satu pun laporan warga pengungsi yang merasa kehilangan benda berharga termasuk sepeda motor.

Di hadapan polisi, HS dan BS mengaku postingan konten video yang mereka buat itu salah, karena tidak berdasarkan sumber yang bisa mempertanggung jawabkannya. Keduanya mengakui pula, unggahan video itu hanya untuk menaikkan rating konten tanpa berpikir akan menimbulkan keresahan masyarakat luas.

“Saya jera dan kapok. Untuk itu saya dan rekan saya meminta maaf kepada masyarakat Indramayu yang sudah dibuat resah atas postingan video kami di FB,” ucap HS.

Sebelumnya, Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh Susilo Herlambang mengimbau kepada masyarakat agar jangan menyebarkan berita hoax insiden tangki kilang Pertamina RU VI Balongan. Hal ini menyusul banyaknya berita terjadinya gangguan kamtibmas yang beredar di media sosial.

Kabar yang tidak benar itu mengundang keprihatinan. Pasalnya, pemberitaannya beredar di saat penanganan kejadian masih dilakukan dan ratusan warga masih berada di pengungsian. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *