11 Kecamatan Di Kuningan Bakal Di Survei Vibroseis

oleh -9 views

RAKYATCIREBON.ID – Pertamina Hulu Energi (PHE) akan memulai survei seismik 2D Vibroseis, di 11 Kecamatan di wilayah Kuningan pada Oktober-November mendatang. Survei ini akan membantu dalam menemukan cadangan migas baru.

Kesebelas Kecamatan itu diantaranya Kecamatan Darma, Nusaherang, Kadugede, Cigugur, Kuningan Kramatmulya, Jalaksana, Cilimus, Pancalang, Mandirancan, Pasawahan, dengan jumlah 34 Desa.

Hal tersebut terungkap dalam acara Sosialisasi Survei Kebumian 2D Vibroseis Sub-Vulkanik Jawa Untuk Mencitrakan Struktur Bawah Permukaan, Selasa (14/9) di Aula Hotel Purnama Mulia, Cigugur-Kuningan.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH, turut hadir Security Officer Kementerian Pertahanan Kolonel Inf eko Sugihartoro, Wakil Bupati Kuningan H M Ridho Suganda SH M.Si, Ketua dan para Ketua Komisi DPRD Kuningan, Camat serta Para Kapolsek dan Danramil yang mengikuti secara virtual.

Sementara dari pihak Pertamina Hulu Energi yang hadir pada kesempatan tersebut, Senior Manager Operation Farid Rahmadianto, dan Senior Manager New Ventures Anton Darmawan.

Bupati Kuningan H Acep Purnama mengatakan, Pemkab Kuningan sangat mendukung dilaksanakannya Survei Kebumian 2D Vibroseis Sub-Vulkanik Jawa, yang akan dilakukan pihak PHE di wilayah Kabupaten Kuningan. Namun Bupati meminta, dalam pelaksanaannya harus memperhatikan kondisi lingkungan, terutama kondisi alam yang akan menjadi titik lokasi survei.

“Tentu ini baru langkah awal pengumpulan data. Harapan kita dari pendataan ini, terdapat potensi Sumber Daya Alam di Kabupaten Kuningan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kuningan,” ungkap Bupati.

Selanjutnya dikemukakan Bupati, selama pelaksanaan survei akan melibatkan peralatan dan komponen yang cukup rumit dan besar, juga membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk itu, sambungnya, pasti ada unsur gangguan terhadap aktivitas masyarakat seperti kemacetan, karena alat pembangkit tenaga yang digunakan ditempatkan pada unit kendaraan yang cukup besar.

“Proses survei yang melibatkan mekanisme seismik ini berpotensi menimbulkan getaran pada bangunan. Tapi kita yakin, Tim Pertamina Hulu Energi telah meperhitungkan hal tersebut secara ilmiah dan tetap aman bagi lingkungan sekitar,” Imbuhnya.

Bupati juga meminta, pihak pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat, untuk memfasilitasi proses survei tersebut agar dapat berjalan dengan lancar dan tidak menemui kendala apapun.

“Dan kepada Tim dari Pertamina Hulu Energi untuk dapat menjelaskan secara menyeluruh, tentang tujuan, manfaat, serta dampak sosial yang mungkin timbul dari survei ini, untuk menghindari opini yang mengacu pada HOAX atau informasi yang tidak lengkap,” tuturnya.

Sementara itu, Senior Manager Operation PHE Farid Rachmadianto menyampaikan, survei penelitian kebumian dua dimensi (2D) vibroseis sub vulkanik Jawa tersebut, akan dilaksanakan pada Oktober-November 2021.

Dijelaskannya, survei itu bertujuan mendapatkan gambaran, citra dan foto lapisan bawah permukaan pada areal bawah lapisan batuan vulkanik di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Untuk wilayah Jawa Barat, dikatakannya, survei tersebut bakal meliputi Kabupaten Ciamis, Kuningan, Majalengka, hingga Cirebon.

“Kami berharap hasil survei ini dapat memberikan jawaban terhadap penugasan pemerintah kepada Pertamina,” ujar Farid.

Senada, Senior Manager New Venture PHE, Anton Darmawan, menyampaikan, penelitian itu merupakan survei awal untuk menambah data dan informasi kebumian. Pasalnya, Pertamina berusaha mendapatkan data sebaik-baiknya untuk diserahkan kepada pemerintah melului SKK Migas dan Kementrian ESDM sebagai bahan evaluasi potensi ke depan.

“Kami juga sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama seluruh pemangku kebijakan sehingga survei ini berjalan lancar,” ucap Anton.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.