100 Hari Pertama, Nina-Lucky Tidak Mau Omdo

oleh -15 views

RAKYATCIREBON.ID – Cabup Indramayu terpilih Pilkada 2020, Nina Agustina mengajak semua pihak untuk bersatu membangun Indramayu agar lebih baik. Meski dituntut bukti 100 hari kerja tapi saat ini belum bisa memastikan, karena program kerja yang dituangkan dalam visi misi semuanya dijadikan skala prioritas untuk direalisasikan.

Pernyataan itu disampaikan usai menerima Surat Keputusan (SK) penetapan sebagai cabup terpilih bersama Cawabup Lucky Hakim pada Pilkada 2020, Kamis (21/1). Visi Indramayu Bermartabat yang diusungnya akan menjadi milik bersama semua pihak di Kota Mangga ini.

“Tidak ada pesta yang tidak usai. Kita sekarang harus bersatu menjadi Indramayu yang bermartabat. Bermartabat bukan hanya slogan untuk nomor 4 saja, harus dipastikan bahwa ini adalah Indramayu kita. Harus bersama-sama untuk mendukung, dan kepada semuanya bersatulah kita untuk bersama-sama membangun Indramayu,” jelas Nina.

Di 100 hari kerja nanti sejumlah program akan direalisasikan di awal kepemimpinannya. Diantaranya Indramayu Cepat Tanggap, Kredit Usaha Warung Kecil (Krucil), internet gratis di desa-desa, dan lainnya.

“Untuk program-program Indramayu kedepannya, 100 hari kedepan mohon maaf saya bingung kalau ditanya mana dulu, karena semua programnya dijadikan prioritas. Pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastrukturnya, 100 program semuanya ada. Pada saat pelantikan nanti saya ingin ada wifi gratis mungkin launching 4 desa dulu, jadi tidak nunggu 100 hari sudah ada. Jangan omdo, kerja nyata. Kerja dan kerja,” ungkapnya.

Disampaikan, sampai saat ini sudah banyak menerima pengaduan, namun belum bisa ditindaklanjuti karena belum resmi memegang kebijakan di pemerintahan. Untuk itu semua pihak harus ikut berperan aktif dalam mewujudkan harapan setelah resmi dilantik nanti. “Sudah banyak aduan tapi bagaimana mengerjakannya, kan belum dilantik. Doakan saya, dukung saya, supaya bisa merealisasikan mana saja yang perlu dilakukan percepatan pembangunannya,” ujar dia.

Bahkan, lanjut Nina, juga ada pengaduan yang menyebutkan jual beli proyek maupun jabatan. “Sudah ada yang jual beberapa proyek mengatas namakan saya. Jual beli jabatan juga sudah ada. Itu saya tidak pernah sama sekali melakukannya. Saya jaga, saya tidak seperti itu,” tegasnya.

Lucky menambahkan, secara umum akan bersama-sama melaksanakan visi misi, dan mencakup 99 program kerja. Namun pada awal memimpin Bumi Wiralodra nanti tetap harus dilakukan penyesuaian dengan anggaran yang sudah ditetapkan. “Itu akan kita kejar, tapi sesuai aturan mungkin kita baru bisa bersinergi dengan anggaran yang sudah diketok palu legislatif. Untuk 100 hari kita akan sesuaikan. Sampai hari ini kita belum bisa apa-apa karena belum dilantik. Akan lakukan yang terbaik,” paparnya.

Terkait dengan transparansi rekrutmen pegawai di lingkungan Pemkab Indramayu nanti, Nina-Lucky menyatakan akan transparan. Sehingga kinerja pegawai tidak terpengaruh transaksi jabatan yang dapat mengganggu kualitas maupun hasilnya.

“Isu santer salah satunya jual beli jabatan, itu cikal bakal korupsi di depan. Kita coba bentengi untuk menghindarkan dari hal-hal seperti itu. ASN harus bisa bekerja dengan nyaman dan benar. Dan ketika kerjanya tidak benar kita tidak segan menegur karena tidak ada transaksi,” tandasnya. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *